comscore

Menagih Kursi Menteri Dinilai Mereduksi Hak Presiden

Faisal Abdalla - 09 Agustus 2019 05:26 WIB
Menagih Kursi Menteri Dinilai Mereduksi Hak Presiden
Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha. MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Presiden Joko Widodo disarankan tak tunduk dengan partai politik dalam proses penysunan kabinet di periode kedua. Jokowi diminta bersikap lebih 'presidensial' di periode ke dua. 

"Presiden harus lebih presidensial, baik dalam kepemimpinanya, dalam membentuk kabinet, maupun program dan kebijakanya," kata Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yudha dalam Prime Talk MetroTV, Kamis, 8 Agustus 2019. 
Hanta menyayangkan sikap partai politik yang kerap merongrong presiden untuk meminta jatah kursi menteri. Meski menanggap hal itu sah-sah saja, namun secara tak langsung sikap parpol yang menagih-nagih jatah kursi menteri itu dinilai mereduksi sistem presidensial dan mereduksi hak prerogatif presiden dalam penyusunan kabinet. 

Sebaliknya, Hanta menilai Jokowi lebih memiliki kebebasan dalam meramu kabinet di periode kedua ini. Sebab, Jokowi tak bisa lagi mencalonkan diri sebagai presiden, sehingga tak membutuhkan modal dukungan partai politik. 

"Pak Jokowi harus lebih presidensial di periode ini lantaran dia bukan lagi capres di 2024. Dia tak perlu mematut-matut diri mendapatkan dukungan dari partai. Tak perlu poltik pencitraan," ujarnya.

Baca: Megawati Ingin Kursi Terbanyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Dalam pembukaan Kongres V, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pidato politik. Salah satunya menyangkut jatah menteri.

"Ini di kongres partai bapak Presiden saya minta dengan hormat bahwa PDI Perjuangan masuk ke kabinet, dengan jumlah menteri yang harus terbanyak. Itu namanya baru pukulan jab," kata Megawati di Grand Inna Beach Hotel, Sanur, Bali.

Megawati mengatakan hal itu di hadapan Presiden terpilih Joko Widodo serta para ketua umum partai koalisi yang hadir. Pernyataan itu mengundang tawa elite koalisi dan para kader PDI Perjuangan. 

Bagi Megawati, tak cukup menang di legislatif. Dia berseloroh agar Jokowi tak membatasi jumlah menteri dari PDI Perjuangan, misalnya hanya empat menteri.

"Saya cuma dikasih empat, ya emoh! Tidak mau, orang yang enggak dapat aja minta," kata Megawati disambut tawa hadirin.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id