Tjahjo Bantah Politisasi Izin FPI dengan Pemulangan Rizieq

    Cindy - 05 Agustus 2019 15:25 WIB
    Tjahjo Bantah Politisasi Izin FPI dengan Pemulangan Rizieq
    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (Foto: Medcom.id/Cindy)
    Sumedang: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menepis tudingan adanya politisi pemulangan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) FPI. Dua hal itu tak berhubungan. 

    "Enggak ada deal politik, enggak ada hubungannya urusan perpanjangan pengajuan izin dengan (pemulangan) Habieb Rizieq," katanya di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin, 5 Agustus 2019. 

    Tjahjo menegaskan hambatan pada persoalan perpanjangan SKT FPI karena belum memenuhi syarat administrasi. Tak hanya itu, perlu pertimbangan sejumlah institusi untuk mengamini keberadaan organisasi masyarakat itu. 

    "Enggak ada masalah, ini hanya masalah administrasi dan prinsip saja," ujar Tjahjo. 

    Menurutnya, pemerintah tak punya tanggung jawab untuk memulangkan Rizieq. Sebab, Rizieq sendiri yang memutuskan untuk pergi ke Arab Saudi. 

    Baca juga: FPI Belum Bersedia Melaporkan Kegiatan

    "Dia pergi pergi sendiri kok, masa mau pulang suruh pikirin," ucap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. 

    Masalah kepulangan Rizieq dari Arab Saudi mencuat setelah tercapainya rekonsiliasi usai Pilpres 2019. Belakangan, Rizieq pun disebut akan kembali ke Indonesia.

    Namun, imam besar FPI itu tidak bisa pulang lantaran overstay. Menurut aturan setempat, ia harus membayar denda sekitar 15 hingga 30 ribu riyal atau setara Rp110 juta per orang.

    Tak hanya persoalan itu, Kemendagri kini tengah menanti kelengkapan berkas dari FPI. Dari 20 dokumen, ormas itu baru mengumpulkan 12 dokumen. Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo menyebut pihaknya masih menunggu kelengkapan berkas.

    "Yang penting kan bagi pemerintah nunggu saja. Wait and see, kalau mereka mau mengajukan ya sudah, kalau enggak mau mengajukan ya enggak ada masalah," ujar Soedarmo.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id