Pengamat: Airlangga Capres Rasional di Koalisi Nasionalis Religius

    Al Abrar - 01 April 2021 14:45 WIB
    Pengamat: Airlangga Capres Rasional di Koalisi Nasionalis Religius
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok. Kemenko Perekonomian.



    Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto kerap melakukan safari politik dengan menggelar pertemuan dengan sejumlah ketum partai politik. Setelah dengan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Airlangga juga bertemu dengan Ketum PPP Suharso Monoarfa.

    Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno menilai, pertemuan dengan sejumlah ketum partai itu sebagai langkah yang tepat. Apalagi sebagai ketua partai, Airlangga berpeluang dicalonkan sebagai capres atau cawapres.

     



    "Airlangga capres paling rasional secara kalkulasi politik,” kata Adi saat dihubungi, Kamis, 1 April 2021.

    Adi mengatakan, Golkar saat ini butuh koalisi untuk menggenapi 20 persen (presidential threshold). Saat ini Golkar punya 12 persen untuk melengkapi syarat mengusung capres. 

    "Tinggal cari partai yang elektabilitas 8 persen, ada NasDem ada PKB, kalau bicara tentang kans politik,” ujar Adi.

    Baca: Airlangga Sebut PPP dan Golkar Punya Kesamaan

    Menurut Adi, peluang koalisi Golkar, Gerindra, NasDem, dan PPP sangat terbuka. Apalagi NasDem dan Gerindra punya sejarah politik sebagai kader Golkar. Keduanya dinilai punya tarikan napas sejarah yang sama dan PPP melengkapi koalisi tersebut dengan representasi pemilih Islam.

    “Nah kenapa PPP? tentu Golkar-Nasdem dan Gerindra inikan dianggap partai nasionalis. Untuk menggenapi koalisi, biasanya selalu ada variabel representasi pemilih partai islam,” tambah Adi lagi.

    Adi melihat, PPP memiliki chemistry yang pas dengan Golkar dan Gerindra. Sehingga dia meyakini, safari politik Airlangga bukan sekadar bicara politik kebangsaan semata. 

    “Karena bicara kebangsaan kan bisa diomongkan dalam rapat kabinet. Karena 4 partai ini kan satu kolam koalisi di pemerintah,” kata Adi.

    Sementara untuk calon presiden yang digadang dalam survei, Adi mengibaratkan nama-nama yang moncer dalam survei sebagai capres angin surga. Sebab, nasibnya belum jelas ketimbang capres yang punya kekuatan di partai.

    “Kalau Ganjar, Anies, Ridwan Kamil, menurut saya capres angin surga. Mereka tidak punya keistimewaan. Ganjar boleh elektabilitasnya oke, tapi penentunya ada di Megawati,” tutur dia.

    Belum lagi bicara tentang persaingan internal parpol. Di dalam PDIP ada nama Puan Maharani dan Tri Rismaharini. Sehingga, menurut dia, Ganjar masuk dalam kategori capres angin surga. 

    “Keputusan parpol belum tentu ke Ganjar, makanya saya bilang capres angin surga. Elektablitas boleh tinggi, tapi sekali lagi, masih ada nama Puan dan Risma bisa jadi saingan,” kata Adi.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id