Kasus Aktif Covid-19 di 7 Provinsi Fluktuatif

    Theofilus Ifan Sucipto - 24 Februari 2021 02:49 WIB
    Kasus Aktif Covid-19 di 7 Provinsi Fluktuatif
    Ilustrasi/Medcom.id


    Jakarta: Perkembangan kasus aktif covid-19 di tujuh provinsi yang menerapkan pemberlakukan pembatasan masyarakat (PPKM) masih belum bisa ditentukan. Namun, kasus aktif di sebagian besar provinsi menunjukkan penurunan.

    Tujuh provinsi itu yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kemudian Banten, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


    “Perkembangan kasus aktif secara umum di tujuh provinsi ini masih menunjukkan fluktuasi," kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021.

    Baca: Kabar Baik, Keterisian Tempat Tidur di RS Covid-19 Terus Turun

    Wiku mengatakan kasus aktif covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali, dan DIY mulai menurun saat memasuki periode PPKM tahap ketiga. PPKM tersebut berlangsung pada 9 hingga 22 Februari 2021.

    “Bahlan Jawa Timur mengalami penurunan sejak pada PPKM tahap kedua (periode 26 Januari hingga 8 Februari 2021),” papar dia.

    Wiku memerinci persentase kasus aktif covid-19 DKI Jakarta pada PPKM tahap kedua mencapai 7,96 persen. Persentase kasus aktif di Ibu Kota turun menjadi 4,07 persen per Jumat, 19 Februari 2021.  

    Kasus aktif covid-19 di Jawa Barat awalnya 17,54 persen menjadi 15,95 persen. Kemudian, kasus aktif di Banten dari 29 persen menjadi 24,89 persen, kasus aktif di Bali dari 10,25 persen menjadi 8,28 persen,  DIY dari 25,92 persen menjadi 22,01 persen, serta Jawa Timur dari 5,23 persen menjadi 3,50 persen.

    Sayangnya, kata Wiku, persentase kasus aktif di DIY justru meningkat sejak PPKM tahap kedua hingga Jumat, 19 Februari 2021. Kasus aktif melonjak dari 31,72 persen menjadi 32,56 persen.

    “Ini menunjukkan PPKM sejak tahap kesatu sampai saat ini mulai menunjukkan dampak positif pada perkembangan kasus aktif sebagian besar wilayah,” terang dia.

    Meski begitu, Wiku meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) di tujuh provinsi tidak lengah. Terutama di DIY dengan peningkatan kasus aktif.

    “Kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota dari tujuh provinsi untuk terus meningkatkan upaya maksimal penanganan covid-19 selama PPKM ini masih berlangsung,” tegas Wiku.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id