comscore

Dorongan Perempuan Meningkatkan Kontribusi di Ruang Publik Harus Konsisten

Achmad Zulfikar Fazli - 19 Juni 2022 16:18 WIB
Dorongan Perempuan Meningkatkan Kontribusi di Ruang Publik Harus Konsisten
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Medcom
Jakarta: Perempuan harus mampu keluar dari stereotype yang ada, sehingga mampu lebih banyak berperan dalam mewujudkan kebijakan publik. Dorongan agar perempuan mampu meningkatkan kontribusinya di ruang-ruang publik harus dilakukan secara konsisten.

"Selama ini perempuan selalu dicitrakan harus menjadi manusia yang sempurna. Untuk meningkatkan perannya dalam setiap kebijakan publik, perempuan harus berani untuk menjadi tidak sempurna dengan memecahkan tembok kaca stereotype yang mengungkungnya," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, saat menjadi pembicara kunci dalam webinar bertema Diaspora Global Aceh Revisiting Pahlawan Perempuan Aceh Dalam Kepemimpinan Perempuan, Sabtu, 18 Juni 2022.
Menurut Lestari, berkorban untuk menjadi manusia yang tidak sempurna dan keluar dari stereotype yang selama ini mengukung kaum perempuan itu, yang saat ini menjadi tantangan besar agar keterlibatan perempuan di ruang publik bisa ditingkatkan.

Perjuangan perempuan Aceh untuk berkiprah di ruang publik, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, seharusnya bisa lebih baik mengingat peran perempuan Aceh mengemuka di masa lalu.

Sejarah nusantara mencatat, kata Rerie, perempuan telah menjadi bagian dari perjuangan bangsa Indonesia. Apalagi secara khusus, perempuan Aceh memiliki kedaulatan dalam kerajaan Islam antara tahun 1641-1699.

Aceh juga memiliki banyak pahlawan perempuan, antara lain Laksamana Malahayati (1550-1615), Tjut Nyak Dien (1848-1908), dan Cut Nyak Meutia (1870-1910).

Namun, terang Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, perempuan di Indonesia masih berjuang mewujudkan peningkatan keterwakilannya di parlemen menjadi 30 persen. Berdasarkan data World Bank (2019), Indonesia menduduki peringkat ke-7 se-Asia Tenggara untuk keterwakilan perempuan di parlemen.

Baca: Nadiem: Banyak Perempuan Berpartisipasi dalam Kampus Merdeka

Rerie mengakui data tersebut memperlihatkan partisipasi perempuan Indonesia dalam parlemen masih terbilang rendah. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk mendorong agar perempuan mampu keluar dari stereotype yang mengukungnya selama ini harus terus diupayakan.

Menurut Rerie, pemberdayaan dari sisi pendidikan dan pengetahuan agar mampu membuka cakrawala berpikir para perempuan, dan masyarakat harus konsisten dan masif dilakukan agar tercipta kemandirian yang sangat berguna untuk meningkatkan peran perempuan di ruang-ruang publik.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id