Santri Diminta Jadi Pelopor Moderasi Beragama

    Theofilus Ifan Sucipto - 24 Oktober 2020 15:51 WIB
    Santri Diminta Jadi Pelopor Moderasi Beragama
    Ilustrasi toleransi beragama. MI
    Jakarta: Seluruh santri di Indonesia diminta menjadi pelopor moderasi beragama. Perbedaan pandangan agama seharusnya bukan menjadi penghalang persatuan Indonesia.

    “Para santri dapat menjadi pelopor perdamaian dan agen dakwah Islam yang santun, damai, dan dapat merayakan keragaman bangsa,” kata Staf Ahli Menteri Agama, Oman Fathurahman, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Oman mengatakan moderasi beragama penting dan relevan untuk dilakukan. Sebab, moderasi beragama adalah jalan tengah untuk menjawab isu-isu strategis.

    “Misalnya kurangnya pemahaman dan praktik nilai-nilai agama yang moderat, inklusif, dan toleran,” ujar dia.

    Pemerintah, kata Oman, telah memasukkan penguatan moderasi beragama menjadi salah satu program prioritas. Hal itu tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Agama (Kemenag) 2020-2024.
     

    Tiga alasan moderasi beragama

    Oman menuturkan tiga alasan utama moderasi agama masih relevan. Pertama, keberagaman di Indonesia tak dapat disangkal sehingga pasti muncul berbagai perbedaan pandangan.

    Alasan kedua yakni mengacu pada esensi agama untuk menjaga martabat manusia sebagai makhluk mulia ciptaan Tuhan. Termasuk untuk tidak menghilangkan nyawa sesama dan pembawa misi damai dan keselamatan.

    “Alasan berikutnya adalah kebijakan moderasi beragama merupakan strategi kebudayaan dengan pendekatan lunak untuk merawat keindonesiaan,” tutur Oman.

    Oman menyebut pesantren berperan penting dalam pendidikan bangsa dan agama. Dalam sejarahnya, pesantren diakui sebagai benteng moderasi Islam yang menjunjung tinggi kemanusiaan berdasarkan nilai-nilai toleransi, damai, dan inklusif.

    “Para santri tidak hanya diajarkan pendidikan agama, tapi juga dididik untuk mengembangkan karakter yang mandiri, berani, dan terbuka,” ucap dia.

    Beragamnya latar belakang para santri yang berasal dari berbagai etnis, suku, dan budaya membuat mereka terbiasa dengan perbedaan. Oman berharap para santri bisa memanfaatkan ilmunya sebagai agen moderasi beragama.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id