Pintu NasDem Terbuka untuk Caleg Muda

    Putra Ananda - 16 April 2021 04:27 WIB
    Pintu NasDem Terbuka untuk Caleg Muda
    Ketua DPP Partai NasDem bidang Pemilih Pemula dan Milenial Lathifa Al Anshori. MI



    Jakarta: Partai NasDem membuka pintu bagi calon legislatif (caleg) muda atau generasi Z pada Pemilu 2024. Ketua DPP Partai NasDem bidang Pemilih Pemula dan Milenial Lathifa Al Anshori menyebut generasi Z mempunyai peran penting di 2024.

    "Oleh karenanya, jangan merasa heran jika partai politik termasuk Partai NasDem menghadirkan banyak calon anggota dewan yang berasal dari generasi Z," kata Lathifa di Jakarta, Kamis, 15 April 2021.






    Lathifa menyebut generasi Z memiliki kekuatan di bidang teknologi digital yang bisa bermanfaat di Pemilu 2024. Pandemi covid-19 telah mempercepat transformasi digital yang sebelumnya diprediksi baru terjadi pada 2027, kini sudah terjadi di 2020 dan 2021. Generasi Z dinilai mampu membawa perubahan dan hal-hal baru bagi senior di partai politik, khususnya digitalisasi.

    "Hadirnya digitalisasi saat ini juga akan memberi gambaran dan arah terkait bagaimana kita akan menghadapi gelaran pemilu berikutnya di 2024, 2029, dan seterusnya. Arus digitalisasi tidak akan bisa dihentikan," papar dia.

    (Baca: NasDem Sulteng Ditargetkan Raih 15 Ribu Kader Baru)

    Ia juga menilai persoalan fintech untuk anak muda dan sudut pandang partai politik perlu mendapat perhatian serius. Menurut Lathifa, hal tersebut erat kaitannya dengan regenerasi dalam perpolitikan di Indonesia.

    Namun, dia mengaku ada ketakutan besar yang melanda anak muda ketika ingin masuk dan terjun ke partai politik. "Mereka umumnya merasa khawatir, apabila nantinya saat bekerja, baik di swasta ataupun pemerintahan, dapat terkena masalah terkait pilihan partai politiknya tersebut," tutur dia.

    Lathifa mengatakan tak sedikit generasi milenial dan generasi Z yang sudah masuk partai politik kemudian memilih jalan sebagai pengusaha. Namun, mereka takut mendapat hambatan dalam mendapatkan modal usaha dari perbankan.

    Dia menyebut bila hal tersebut dibiarkan banyak anak muda kehilangan minat masuk ke kancah perpolitikan Tanah Air. "Anak muda yang aktif di partai politik mendapat sebuah pengkategorian khusus oleh dunia perbankan yakni political exposed person atau PEP. Hal tersebut menyulitkan anak muda yang aktif dalam partai politik untuk mengajukan kredit usaha di bank," ujar dia.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id