Pemerintah Diminta Mewaspadai Fanatisme

    Wandi Yusuf - 04 Desember 2020 23:31 WIB
    Pemerintah Diminta Mewaspadai Fanatisme
    Gedung MPR/DPR. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Sikap fanatisme menjadi sorotan Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. Menurutnya, fanatisme cenderung membentuk tindakan radikal.

    "Fanatisme ini menjadi fenomena global yang mesti terus diwaspadai. Merasa golongannya paling benar, sedangkan yang lain salah. Pemikiran ini jelas bertentangan dengan sistem demokrasi di Indonesia," kata Jazilul, melalui keterangan tertulis, Jumat, 4 Desember 2020.

    Menurutnya, fanatisme bisa merusak kemajemukan karena akan melahirkan sikap merasa paling benar dan semaunya sendiri. "Dan tindakan tersebut berbahaya bagi Indonesia yang majemuk secara agama, bahasa, dan suku bangsa." 

    Anggota Komisi III DPR ini mendorong pemerintah untuk mencegah dan menindak sedini mungkin benih fanatisme. Agar tertutup celah lahirnya pikiran dan sikap radikalisme. Menurut dia, pemerintah perlu membuka dialog dengan semua kalangan secara terus-menerus.

    "Pemerintah harus menunjukkan sikap keteladanan dengan menghidupkan budaya dialog. Hindari kebijakan dan tindakan yang dapat mencederai rasa keadilan bagi warganya," kata dia.

    Menurut dia, jika fanatik berlebihan masih tumbuh subur, berarti demokrasi di negara ini belum berjalan dengan baik. Di sisi lain, demokrasi merupakan alat untuk melahirkan kesejahteraan dan keadilan yang merata. 

    "Jika tidak bisa menangkal paham tersebut, kita patut introspeksi terhadap perjalanan demokrasi di Indonesia," ujarnya.

    Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo menyebut radikalisme adalah ancaman yang memaksakan kebenaran absolut dalam tafsir tunggal.

    "Ini harus dilawan dengan keyakinan, yaitu ideologi Pancasila," kata Benny.

    Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan negara tidak boleh kalah dengan kelompok yang melakukan cara-cara premanisme, apalagi sampai menghalangi proses penegakan hukum. 

    "Indonesia merupakan negara hukum. Semua elemen harus bisa menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat," kata Idham.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id