Peremajaan Alutsista Disebut Hal Mutlak

    Anggi Tondi Martaon - 28 April 2021 12:16 WIB
    Peremajaan Alutsista Disebut Hal Mutlak
    Kapal selam KRI Nanggala-402 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa. ANT/Syaiful Arif



    Jakarta: Pemerintah diminta segera melakukan peremajaan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia. Peremajaan tidak boleh dilakukan setelah ada peristiwa kecelakaan.

    "Hal ini (peremajaan alutsista) bukan karena adanya kejadian tenggelamnya KRI Nanggala tetapi memang menjadi sebuah kebutuhan dari negara yang kuat," kata anggota Komisi I DPR Kresna Dewanata Phrosakh kepada Medcom.id, Rabu, 28 April 2021.






    Politikus Partai NasDem itu menilai keterbatasan anggaran seharusnya bukan menjadi kendala peremajaan alutsista. Peremajaan bisa dilakukan secara bertahap.

    "Pastinya pemerintah bisa memilah dan memilih apa yang menjadi prioritas dalam hal peremajaan alutsista," kata dia.

    Komisi I DPR selalu mendorong pemerintah melakukan peremajaan dan peningkatan kualitas alutsista. Sehingga, TNI memiliki alutsista yang baik, handal,
    modern, dan canggih.

    "Kita selalu mendorong adanya peningkatan kualitas alutsista negara kita," kata dia.

    Baca: Galang Dana Beli Kapal Pengganti KRI Nanggala-402 Terkumpul Rp365 Juta

    Di sisi lain, dia berkabung atas kejadian yang menimpa KRI Nanggala-402. Tenggelamnya KRI Nanggala diharap kejadian terakhir kecelakaan alutsista Indonesia.

    "Semoga penyebab dari tenggelamnya KRI Nanggala ini segera diketahui oleh kita semua sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya di bidang pertahanan," ujar dia.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id