Demokrat Dianggap Terlambat

    Arga sumantri - 13 Agustus 2019 11:07 WIB
    Demokrat Dianggap Terlambat
    Politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira. (Foto: MI/Mohamad Irfan)
    Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai Demokrat terlambat mengutarakan keinginannya bergabung ke koalisi pemerintah. Menurut dia, sikap tersebut seharusnya dilakukan sejak lama.  

    "Seharusnya sebelum pilpres. Sudah sangat terlambat apabila baru sekarang diekspresikan," kata Andreas di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019. 

    Andreas mengatakan keinginan kader-kader Demokrat bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin bisa diartikan muruah Demokrat memang lebih dekat kepada petahana. Situasi ini juga dibaca sebagai bentuk keinginan Demokrat mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. 

    "Tentu dengan harapan ada power sharing dalam kabinet nanti," ungkapnya. 

    Baca juga: Demokrat Ingin Merapat ke Pemerintah

    Andreas mengatakan keputusan soal Demokrat ada di tangan Presiden terpilih Jokowi. Ia meyakini Jokowi akan lebih lebih jeli melihat kemungkinan dukungan yang mengalir setelah kemenangan di Pemilihan Presiden 2019. 

    "Dan mengelola dukungan-dukungan tersebut sehingga pemerintahan lima tahun ke depan tetap efektif," ujarnya. 

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengakui sebagian besar kader partainya ingin bergabung dengan koalisi pemerintah. Namun, Demokrat belum memutuskan sikap resmi lantaran masih menunggu hasil rapat majelis tinggi.

    "Mayoritas memang ingin bergabung. Dengan catatan, kalau memang chemistry dan kebersamaan ya bisa dibangun," kata Syarief, Selasa, 13 Agustus 2019. 



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id