Ma'ruf Minta Indonesia Tiru Cara Nabi Muhammad

    Damar Iradat - 08 November 2019 21:54 WIB
    Ma'ruf Minta Indonesia Tiru Cara Nabi Muhammad
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat sambutan di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta. Foto: Damar Iradat/Medcom.id
    Jakarta: Masyarakat Indonesia diajak meneladani sikap Nabi Muhammad SAW dalam berubah menuju kebaikan. Indonesia harus menjadi negara maju. 

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan Nabi Muhammad merupakan tokoh perubahan yang luar biasa. Nabi berhasil mengubah masyarakat jahiliah menjadi khairul ummah. 

    "Perubahan yang dilakukan oleh Rasululah super cepat, karena hanya dilakukan selama 23 tahun," kata Ma'ruf dalam sambutannya di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jumat, 8 November 2019 

    Menurut dia, Rasulullah melakukan perubahan secara terus menerus dan berkelanjutan. Nabi Muhammad juga menjalani perbaikan dengan hati dan penuh santun.

    Ma'ruf mengatakan rahmat Allah kepada Nabi Muhammad ialah kesantunan. Jika Nabi Muhammad berlaku kasar, keras hati, umat saat itu pasti akan meninggalkannya.

    Perubahan yang dilakukan Nabi Muhammad, terang dia, adalah kepada manusianya. Dari akidah, cara berpikir, dan perilakunya. 

    "Semangat perubahan seperti Rasulullah itu yang ingin kita contoh dan teladani. Dalam rangka membangun Indonesia, Indonesia yang lebih baik, mengubah iIndonesia dari negara yang berpendapatan menengah menjadi negara berpendapatan tinggi," tutur dia.

    Kunci dalam mengubah Indonesia tergantung pada manusia dan masyarakat. Sehingga, pemerintah dalam lima tahun ke depan akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

    Manusia unggul yang ingin dibangun adalah manusia yang sehat, cerdas, produktif, mempunyai daya saing, dan berahlakul karimah. Karena itu, pemerintah membangun pelayanan kesehatan, dan berusaha menekan stunting agar tidak memberikan pengaruh SDM yang lemah. 

    "Membangun manusia yang cerdas melalui pendidikan, karena itu pemerintah akan lakukan reformasi pendidikan, baik formal maupun vokasi," ungkap Ma'ruf. 

    Pemerintah, lanjut Ma'ruf,  juga ingin mendorong lahirnya tenaga-tenaga yang produktif, bukan hanya bisa bekerja, tapi juga menghasilkan pekerjaan yang besar. Menurut dia, manusia Indonesia bukan sekadar bekerja, tapi juga memiliki daya saing, semangat bertanding, dan berahlakul karimah. 

    "Mudah-mudahan semangat rasul yang kita dengar, akan memberikan inspirasi dan merupakan dorongan, semangat dalam rangka kita membangun Indonesia ke depan," tutup dia.

    Presiden Joko Widodo menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 H di Istana Negara, Jakarta. Acara ini dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. 

    Di antaranya Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar.

    Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan Eddy Prabowo, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Sofyan Djalil, Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar, Arsul Sani, Hidayat Nur Wahid, Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, serta Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin juga tampak hadir dalam acara ini. 



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id