KPU Belum Melihat Bahaya dari Kebocoran Data 2,3 Juta Penduduk

    Candra Yuri Nuralam - 22 Mei 2020 08:29 WIB
    KPU Belum Melihat Bahaya dari Kebocoran Data 2,3 Juta Penduduk
    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum melihat adanya bahaya dari kebocoran data 2,3 juta penduduk Indonesia yang viral di dunia maya. Namun, KPU masih mendalami perihal peristiwa kebocoran itu.

    "KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut, melakukan cek kondisi intenal server data dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujar Komisioner KPU Viryan Azis kepada Medcom.id, Jumat, 22 Mei 2020.

    Viryan mengatakan informasi yang bocor tersebut merupakan metadata pada 15 November 2013. Data itu merupakan bentuk mentahan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, dan  memang menjadi konsumsi publik.

    "Soft file data KPU tersebut bentuk formatnya pdf, dikeluarkan sesuai regulasi dan untuk memenuhi kebutuhan publik bersifat terbuka," ujar Viryan.

    Baca: Data Rahasia Penduduk Indonesia Diduga Sudah Lama Beredar
     

    Sebuah akun Twitter spesialis pengawasan dan perlindungan data mengungkap data 2,3 juta penduduk Indonesia bocor di dunia maya. Akun @underthebreach mengungkap seseorang telah membagikan data mentah berisi nama, alat, NIK, dan nomor KK tersebut di sebuah forum.

    "Aktor membocorkan informasi 2,3 juta warga negara Indonesia," tulis akun @underthebreach itu pada Kamis malam, 21 Mei 2020.

    Data tersebut dibagikan seseorang dari kelompok tertentu di sebuah forum. Data tersebut diduga milik KPU karena kop surat data bertuliskan daftar pemilih tetap untuk Pemilihan Umum 2014.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id