MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Novel Bantah Berafiliasi dengan Partai Politik

    Juven Martua Sitompul - 11 April 2019 20:04 WIB
    Novel Bantah Berafiliasi dengan Partai Politik
    Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membantah isu yang menyebut dirinya berafiliasi dengan kelompok atau partai politik tertentu. Hal ini ditegaskan Novel menanggapi mencuatnya isu yang menuding dirinya bagian dari Partai Gerindra.

    "Satu lagi yang ingin saya jawab dari pertanyaan yang disampaikan, saya kira saya harus bertanggung jawab untuk menjawab, dan menjelaskan adanya tuduhan-tuduhan yang terkait dengan partai politik, saya kira tentu tuduhan itu tidak benar," kata Novel di sela-sela peringatan dua tahun teror kasus penyiraman air keras mangkrak di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.
    Novel mengungkapkan di internal KPK ada mekanisme dan pola kerja yang saling mengawasi antar pegawai. Bahkan, tidak ada satu pun pekerjaan di KPK yang berada di bawah satu bidang kerja atau direktorat.

    Sehingga, tegas Novel, tuduhan dirinya atau personel KPK berpolitik sama dengan menghina integritas Lembaga Antikorupsi. "Saya kira tuduhan itu tidak benar dan pasti salah," katanya.

    Novel memastikan tidak memiliki kepentingan politik apapun selama mengabdi di KPK. Novel juga tidak akan membiarkan personel KPK berafiliasi dengan partai politik.

    "Itu yang ingin saya tegaskan saya tidak punya kepentingan untuk membawa ke area politik manapun, dan tentunya kita tidak boleh membiarkan ada orang yang terafiliasi partai politik ada di KPK," pungkasnya.

    Novel sebelumnya disebut kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai salah satu kandidat pengisi kursi kabinet. Novel rencananya dijadikan jaksa agung.

    Namun, juru bicara KPK Febri Diansyah telah membantah hal tersebut. Lembaga Antirasuah menegaskan jajarannya tidak akan terlibat dalam pertarungan pilpres. Semua pihak diminta tidak menyeret KPK pada politik praktis, dan harus menghargai KPK sebagai lembaga independen.
     
    Komisi Antikorupsi mengajak semua pihak fokus pada perkara penyiraman air keras terhadap Novel. Terlebih kasus teror keji yang dialami Novel sudah lebih dari dua tahun mangkrak.

    Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat peristiwa itu, kedua mata Novel rusak parah, bahkan hampir buta.
     
    Novel harus menjalani operasi di Singapura. Namun, hingga Novel kembali ke Indonesia, kepolisian yang menangani kasus ini belum mampu mengungkap identitas pelaku ataupun otak di balik penyerangan. Dua tahun berlalu, kasus itu tak kunjung terang.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id