Jokowi Perintahkan Birokrasi Penyaluran Bansos Dipermudah

    Nur Azizah - 19 Mei 2020 10:00 WIB
    Jokowi Perintahkan Birokrasi Penyaluran Bansos Dipermudah
    Presiden Joko Widodo. ANT/Hafidz Mubarak A
    Jakarta: Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya mempermudah birokrasi penyaluran bantuan sosial (bansos). Hal ini untuk mempercepat proses distribusi.

    "Kecepatan yang kita inginkan agar bansos itu segera sampai di masyarakat ternyata memang di lapangan banyak kendala dan problemnya, problemnya adalah masalah prosedur yang berbelit-belit," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Mei 2020.

    Jokowi menegaskan proses birokrasi mestinya dibuat mudah. Terlebih kondisi saat ini masuk kategori kejadian luar biasa.

    "Sekali lagi ini butuh kecepatan, oleh sebab itu saya minta aturan itu dibuat sesimpel mungkin sesederhana mungkin tanpa mengurangi akuntabilitas sehingga pelaksanaan di lapangan bisa fleksibel," tegas dia.

    Kepala Negara juga menginstruksikan kementerian dan kepala daerah bekerja sama dengan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) terkait data penerima. Dia memerintahkan kepala desa diberikan wewenang mendata calon penerima bantuan.

    (Baca: Jokowi Perintahkan Polemik Data Bansos Segera Diselesaikan)

    "Data yang tidak sinkron saya minta segera diselesaikan agar masyarakat yang menunggu bantuan itu benar-benar bisa segera mendapatkan. Dilibatkan RT/RW, kepala desa, buat mekanisme lebih terbuka, lebih transparan sehingga semuanya bisa segera diselesaikan," tegas dia.

    Sebelumnya, Jokowi memerintahkan Kementerian Sosial segera menyelesaikan sengkarut data bansos. Ia menginstruksikan pemerintah daerah diberikan keleluasaan mengatur bansos.

    "Kalau masih ada masalah pada data yang belum sinkron antara data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan non-DTKS segera diselesaikan. Beri fleksibilitas pada daerah," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2020.

    Berdasarkan laporan yang ia terima,  pendistribusian bantuan langsung tunai (BLT) baru sekitar 25 persen. Sementara BLT desa baru 15 persen.

    "Penyaluran bansos tunai, paket sembako, BLT desa, sekali lagi saya minta prosesnya dipercepat, prosesnya disederhanakan. Tapi saya juga mendapatkan informasi dari Mendes maupun Mensos bahwa minggu ini akan selesai semuanya," ujar dia.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id