comscore

Musda Demokrat Disebut Ajang Adu Ide dan Gagasan Memenangkan Pemilu 2024

Juven Martua Sitompul - 18 Januari 2022 13:35 WIB
Musda Demokrat Disebut Ajang Adu Ide dan Gagasan Memenangkan Pemilu 2024
Anggota DPR Herman Khaeron. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon
Jakarta: DPP Partai Demokrat menggelar musyawarah daerah (musda) di dua provinsi, yaitu Jawa Barat pada 19 Januari 2022 dan Jawa Timur pada 20 Januari. Musda kali ini dipastikan bebas dari kekuatan uang, melainkan adu ide dan gagasan kesiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Musda juga bukan banyak-banyakan dukungan pemilik suara, tetapi memenuhi syarat yang diatur dalam peraturan organisasi dan selebihnya dapat meyakinkan DPP bahwa Ketua DPD mampu memperbanyak pemilih demokrat di wilayahnya, sehingga menang dalam Pemilu dan Pilkada serentak 2024," kata Kepala Badan Pemenangan Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron melalui keterangan tertulis, Selasa, 18 Januari 2022.

 



Herman Khaeron menyebut musda yang dilakukan Partai Demokrat kali ini berbeda dari musda sebelumnya. Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan musda Partai Demokrat, yaitu pra musda, pelaksanaan musda, dan pascamusda.

"Tahapan pra musda, yaitu persiapan, penjaringan, dan verifikasi faktual pemilik suara dan dukungan terhadap bakal calon akan dilakukan H-1 musda. Bagaimana calon mendapatkan dukungan dari pemilik suara, yaitu DPC. Tentunya yang memberi dukungan ganda akan duberikan sanksi," kata Herman.

Pelaksanaan musda kali ini tidak memilih ketua, melainkan mengusulkan bacalon dalam sidang musda. Lalu, menetapkan elemen formatur, dan keputusan-keputusan lainya.

Kemudian, sidang musda mengusulkan nama calon, maksimal tiga nama calon, dan sedikitnya satu calon ke Tim 3 DPP dalam hal ini ketua umum, sekretaris jendral, dan ketua BPOKK untuk mengukuti tahap pascamusda.

"Kalau dulu yang menentukan Ketua DPD adalah suara terbanyak, tetapi sekarang yang terpenting para calon memenuhi persyaratan calon, selebihnya akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan dengan materi pokok visi, misi, dan program kerja calon, sehingga menghasilkan pimpinan yang betul-betul kredibel dan berintegritas, serta dapat mengerakkan mesin partai di daerahnya masing-msaing," ucap dia.

Baca: Jelang Pemilu 2024, Demokrat Jabar Menggelar Musda

Herman Khaeron memastikan pelaksanaan musda wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. Seluruh peserta akan menjalani tes swab dan dipastikan dalam kondisi sehat. Musda diharap dapat berjalan secara demokratis, tertib, aman, lancar, dan legitimit.

"Musda adalah amanat AD/ART tahun 2020, dengan prinsip dasar pelaksanaan yang harus dipedomani seluruh kader adalah sebagai ajang konsolidasi, harmonisasi, dan rekonsiliasi," kata dia.

Musda di dua provinsi itu akan dibuka langsung Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya secara virtual. Musda juga akan dihadiri langsung Kepala Badan Pemenangan Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id