Terpopuler: Kudeta Nyata Myanmar, Kudeta 'Drama' Demokrat

    Wandi Yusuf - 03 Februari 2021 10:12 WIB
    Terpopuler: Kudeta Nyata Myanmar, Kudeta 'Drama' Demokrat
    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Myanmar, negeri Seribu Pagoda, dilanda kudeta. Itu nyatanya adanya. Total, Myanmar mengalami empat kali pengambilalihan kekuasaan oleh militer sejak 63 tahun lalu. 

    Kudeta kali ini dimotori pemimpin militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing. Pemicunya, dugaan kecurangan pemilu dengan memanipulasi pemilih oleh rezim yang tengah berkuasa. 






    Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, Presiden U Win Myint, dan sejumlah petinggi lain lantas ditahan oleh militer. Penahanan ini dilakukan menjelang pembukaan sesi baru parlemen Myanmar.

    Lebih lengkap soal pemberitaan mengenai kudeta nyata di Myanmar ini dapat dibaca lengkap di sini: Konflik Myanmar

    Di dalam negeri, geliat kudeta juga terasa. Tapi macam sinetron. Penuh drama. Namanya kudeta ala Demokrat. Sang Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono merasa ada pihak internal, yang dibantu pihak luar--sebut saja Jenderal (purn) Moeldoko--hendak menggulingkannya.

    Medcom.id juga ikut memberitakan 'kisah' ini dari berbagai sudut pandang. Baik langsung dari AHY maupun dari kubu yang berupaya mencungkilnya. Bahkan, saking geramnya, mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie ikut berkomentar.

    Semua informasi tentang kudeta 'ala-ala' ini bisa dibaca di sini: Kudeta Demokrat

    Kedua isu itu sedikit-banyak menggeser isu besar yang sudah berlangsung hampir satu tahun, yakni pandemi covid-19. Meski begitu, jangan lupa untuk tetap mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan. Tetap patuh protokol kesehatan!

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id