Pernyataan JK Dinilai Tidak Semuanya Benar

    Anggi Tondi Martaon - 24 November 2020 14:39 WIB
    Pernyataan JK Dinilai Tidak Semuanya Benar
    Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi. MI/Susanto
    Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi (Awiek) tidak sepenuhnya setuju dengan pernyataan mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. Kehadiran Rizieq Shihab bukan pertanda kekosongan pemimpin yang memperjuangkan amar ma'ruf nahi munkar.

    "Apa yang disampaikan tidak semunya benar," kata  Awiek kepada Medcom.id, Selasa, 24 November 2020.

    Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu menilai pernyataan JK tendensius. Sebab, menganggap pemimpin atau perwakilan partai politik di lembaga legislatif tidak memperjuangkan aspirasi masyarakat.

    Sebaliknya, kata Awiek, selama ini pihaknya selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat. Konstituen juga dinilai tidak pernah komplain terkait kinerja mereka.

    "Makanya kami sampaikan apa yang dikatakan Pak JK tidak semuanya benar, apalagi dinarasikan menggiring opini buruk tentang anggota parlemen dari parpol Islam," ungkap dia.

    (Baca: Ketokohan Rizieq Shihab Dinilai Hanya Fenomena Sesaat)

    Dia menuturkan munculnya protes di masyarakat bukan berarti bukti kosongnya kepemimpinan dari pihak tersebut. Namun, hal itu sebagai bagian dari demokrasi.

    Awiek mengatakan munculnya protes dan sosok yang kritis terhadap pemerintah bukan terjadi kali ini saja. Hal itu sudah lumrah terjadi sejak lama, terutama sejak JK menjabat sebagai Wapres pada 2004-2009 dan 2014-2019.

    "Apakah itu bisa dikatakan bahwa saat itu juga ada kekosongan kepemimpinan?" tanya Awiek.

    Sebelumnya, JK menyebut kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menjadi polemik lantaran kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas. Sehingga, kehadiran Rizieq di Indonesia dielu-elukan.

    Dia menuturkan partai-partai Islam yang wasathiyah dan moderat diharapkan mengusung amar ma'ruf nahi munkar. Tetapi semua justru pragmatis.

    NU dan Muhammadiyah dinilai sibuk dengan dakwah dan upaya sosial. Sehingga, upaya mengisi kepemimpinan berkurang dan hadir sosok Rizieq.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id