Kebiri Kimia Bentuk Hukuman Setimpal Bagi Predator Seks

    Kautsar Widya Prabowo - 04 Januari 2021 19:18 WIB
    Kebiri Kimia Bentuk Hukuman Setimpal Bagi Predator Seks
    Anggota Komisi III DPR Habiburokhman. Dok. Medcom.id
    Jakarta: Anggota Komisi III Habiburokhman mendukung langkah Presiden Joko Widodo mengelurkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 terkait kebiri kimia untuk predator seksual. Pelaku kejahatan seksual, terutama yang menyasar anak-anak, perlu mendapat hukuman setimpal. 

    "Saya merasa hukuman tersebut sebanding dengan dampak dari kejahatan pelaku," ujar Habiburokhman kepada Medcom.id, Senin, 4 Januari 2021.
     
    Menurut dia, hukuman kebiri sesuai dengan ketentuan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Hukuman kebiri diterapkan berdasarkan jumlah dan kondisi korban.

    "Secara selektif hanya pada pelaku yang korbannya lebih dari satu orang dan mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, hingga meninggal dunia," jelasnya. 

    Politikus Partai Gerindra itu menganggap wajar bila ada yang tak suka dengan hukuman kebiri kimia. Dia mempersilakan pihak yang tak setuju itu menempuh proses hukum untuk menguji keabsahan PP tentang kebiri kimia tersebut. 

    "Jika ada pihak yang tidak sepakat, silahkan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," tuturnya.

    Baca: PP Kebiri Angin Segar Perlindungan Anak dari Predator Seksual

    Presiden Joko Widodo mengesahkan PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak. Beleid ini mengatur pelaksanaan hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual.

    Pasal 1 Ayat 1 aturan ini menjelaskan anak yang dimaksud dalam aturan ini, yakni berusia di bawah 18 tahun. Ayat 2 mengungkapkan tindakan kebiri kimia ialah pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau metode lain yang dilakukan kepada pelaku.

    Pelaku tersebut meliputi mereka yang melakukan kekerasan seksual pada anak, persetubuhan dengan anak, dan bertindak cabul pada anak. Para pelaku dikenakan jerat hukuman kebiri jika telah terbukti bersalah.

    "Tindakan kebiri kimia, tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik, dan rehabilitasi dikenakan terhadap pelaku persetubuhan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap," bunyi Pasal 2 PP tersebut. 

    Pasal 5 menegaskan tindakan kebiri kimia dikenakan untuk jangka waktu paling lama dua tahun. Pasal 6 berbunyi tindakan kebiri kimia dilakukan melalui tahapan, penilaian klinis, kesimpulan, dan pelaksanaan.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id