LPI Diharapkan Melirik Pengembangan Industri Hulu

    Anggi Tondi Martaon - 22 Februari 2021 18:59 WIB
    LPI Diharapkan Melirik Pengembangan Industri Hulu
    Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan Korinbang Rachmat Gobel/MI/Panca Syurkani



    Jakarta: Lembaga Pengelola Investasi (LPI) diharapkan mengeluarkan kebijakan strategis untuk bisa mendorong penguatan struktur industri nasional. Salah satu bagian yang harus diperhatikan yakni sektor industri hulu. 

    "Kita tahu, salah satu kendala untuk investasi asing ke Indonesia adalah kurangnya perhatian pada pengembangan industri hulu atau industri strategis. Kebijakan pengelolaan investasi oleh LPI diharapkan bisa menstimulus sektor ini,” kata Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan Korinbang Rachmat Gobel dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Februari 2021.




    Politikus Partai NasDem itu menyebut kemajuan industri hulu dinilai bisa mendorong gairah sektor manufaktur. Sehingga, dapat menjaga dan memenuhi sisi ketersediaan dan keterjangkauan pelaku industri dan meminimalisasi risiko. 

    Menurut dia, fokus di industri hulu juga dilakukan negara-negara lain. Sebab, hal tersebut berfungsi untuk meningkatkan pasokan bahan baku. Mereka ingin melepas ketergantungan pasokan bahan baku dan bahan baku penolong dari impor.

    Sementara itu, sektor manufaktur Indonesia sangat bergantung terhadap impor. Sebab, 70 persen bahan baku didatangkan dari luar.

    “Saat ini upaya memperluas investasi di sektor hulu guna mendukung pasokan bahan baku dan baku penolong oleh industri di dalam negeri, harus menjadi prioritas. Dalam hal ini  LPI diharapkan bisa berperan,” ungkap dia.

    Gobel menyebut LPI perlu membuat daya tarik yang kuat untuk pengelolaan industri hulu ini. Hal itu untuk menarik minat swasta mengembangkan industri hulu Indonesia. 

    "Seperti memberi fasilitas atau kemudahan bagi investor yang bekerjasama dengan LPI,” ujar dia.

    Selain itu, dia meminta pemerintah segera mengesahkan aturan turunan Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker). Sehingga, upaya membangkitkan industri hulu bisa dilakukan maksimal.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan LPI pada 16 Februari 2021. Baru dibentuk, LPI mendapatkan modal awal sebesar Rp15 trilliun. Jumlah tersebut akan ditingkatkan secara bertahap menjadi Rp 75 triliun sampai akhir 2021. 

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, pembentukan LPI merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Terutama  menghadapi dampak pandemi covid-19. 

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id