Azis Syamsuddin Dinonaktifkan Sebagai Kader Golkar

    Anggi Tondi Martaon - 25 September 2021 14:58 WIB
    Azis Syamsuddin Dinonaktifkan Sebagai Kader Golkar
    Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di gedung KPK. Foto: Medcom/Candra



    Jakarta: Partai Golkar telah mengambil sejumlah langkah menyikapi penetapan tersangka terhadap Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar itu dinonaktifkan sebagai kader.

    "Kalau di Golkar kami ada di AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga), untuk sementara dinonaktifkan," kata Ketua DPP Bidang Hukum Golkar Adies Kadier di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Sabtu, 25 September 2021.

     



    Aturan yang dimaksud, yaitu Pasal 9 AD/ART Golkar. Rujukan lain, yaitu Pasal 19 Peraturan Organisasi DPP Nomor: PO-15/DPP/GOLKAR/VII/2017 tentang Penegakan Disiplin Organisasi. 

    Tujuan aturan tersebut agar kader fokus menghadapi kasus hukum yang menjeratnya. Azis diberikan kesempatan melepas tanggung jawab yang ada di Golkar.

    "Oleh karenanya, Golkar memberikan waktu dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada saudara Azis untuk berkonsentrasi dan fokus menghadapi permasalahan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ungkap dia.

    Di sisi lain, Golkar tetap menawarkan bantuan hukum kepada Azis. Namun, hal itu baru akan dilakukan jika diminta Azis.

    Baca: Firli: Azis Syamsuddin Mestinya Jadi Contoh Antikorupsi

    "Hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari Azis," ujar dia.

    KPK resmi mengumumkan status hukum Azis. Pimpinan DPR koordinator politik dan keamanan (Korpolkam) itu ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara di Lampung Tengah.

    "Saudara AZ (Azis Syamsuddin) Wakil Ketua DPR sebagai tersangka," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 September 2021.

    Azis telah dibidik sejak Agustus 2020. Politikus Golkar itu mencoba menghubungi mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menutup perkara yang menjerat dirinya dan rekan separtainya, Aliza Gunado, di KPK.

    Robin meminta uang ke Azis untuk membantu menutup perkara di KPK. Robin dibantu pengacara Maskur Husain melancarkan aksinya.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id