Revisi UU ITE Masih Sekadar Wacana

    Theofilus Ifan Sucipto - 21 Juli 2019 01:30 WIB
    Revisi UU ITE Masih Sekadar Wacana
    Anggota Komisi I DPR Charles Honoris. MI/ Angga Yuniar
    Jakarta: Anggota Komisi I DPR Charles Honoris menyebut revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) masih sebatas wacana. Belum ada pembicaraan serius jelang berakhirnya masa jabatan DPR periode saat ini. 

    "ITE sekarang belum ada pembahasan. Pada posisi ini tidak ada agenda merevisi UU ITE," kata Charles seperti dikutip dari Antara, Minggu, 21 Juli 2019.

    Charles menyebut desakan merevisi UU ITE baru ramai beberapa minggu belakangan. Desakan muncul pascamencuatnya kasus mantan guru honorer SMAN 7 Mataram Baiq Nuril Maknun yang terjerat kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Rencana revisi tersebut, kata Charles, belum masuk program legislasi nasional (prolegnas). Hal itu bisa saja masuk prolegnas jika ada aspirasi publik pada masa jabatan DPR yang baru.

    Politisi PDI-Perjuangan itu menyebut wacana revisi UU ITE berkembang karena kerap dianggap menjadi pasal karet. Namun masyarakat Indonesia harus mematuhi aturan tersebut lantaran telah disahkan sebagai undang-undang.

    Charles mengaku sempat menolak penerapan pasal pidana untuk penyebaran informasi dan pencemaran nama baik. Dia berpendapat UU ITE perlu ditinjau ulang.

    "Bagi saya pasal pencemaran nama baik harus ditinjau kembali karena ini pasal karet. Apabila tidak kita hapuskan, kita buat lebih spesifik lagi," pungkas Charles.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id