Legislator PKS Tak Setuju Pengesahan RKUHP Ditunda

    Arga sumantri - 20 September 2019 20:05 WIB
    Legislator PKS Tak Setuju Pengesahan RKUHP Ditunda
    Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil. ANT/Ampelsa.
    Jakarta: Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil tak setuju pengesahan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) Nasir Djamil ditunda. Ia menyarankan DPR dan pemerintah kembali berembug.

    "Sebaiknya jangan ditunda. Jika ada hal-hal yang tidak sesuai, masih ada waktu beberapa hari ke depan untuk disesuaikan," kata Nasir kepada wartawan, Jumat, 20 September 2019. 

    Anggota panitia kerja (panja) RKUHP itu mengatakan penundaan cukup pada proses pembahasan tingkat dua. Ia yakin poin yang dianggap belum sesuai bisa didiskusikan dalam waktu dekat.

    "Sebab, pengambilan putusan tingkat satu sudah dilakukan dan tidak ada sinyal bahwa presiden (Joko Widodo) akan menunda pengesahan RUU KUHP," ungkap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. 

    Presiden Joko Widodo memutuskan menunda pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Langkah itu diambil karena aturan hukum itu menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.

    "Saya berkesimpulan masih ada materi-materi yang membutuhkan pendalaman lebih lanjut," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 20 September 2019.

    RKUHP sudah dibahas selama empat tahun terakhir. Perkembangan terkini, draf RKUHP disetujui dalam rapat tingkat pertama antara DPR dan pemerintah. Hasil forum itu menyepakati RKUHP dibawa ke rapat tingkat dua untuk selanjutnya masuk agenda rapat paripurna 24 September 2019. 

    Sejumlah poin RKUHP memang masih menjadi kontroversi. Sebagian pihak menilai banyak pasal karet dalam RKUHP yang digadang-gadang jadi produk perundang-undangan monumental itu.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id