Komposisi Menteri Jokowi Dinilai untuk Mengakomodasi Pendukungnya

    Candra Yuri Nuralam - 20 Agustus 2019 14:48 WIB
    Komposisi Menteri Jokowi Dinilai untuk Mengakomodasi Pendukungnya
    Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro. (MI/Susanto)
    Jakarta: Presiden Joko Widodo berupaya memasukkan seluruh perwakilan dari partai koalisinya ke dalam Kabinet Kerja jilid II. Sehingga, Jokowi mewacanakan komposisi menteri 55 persen dari profesional dan 45 persen partai politik.

    "Kalau komposisi itu benar, artinya koalisi partai-partai pendukung Jokowi banyak dan diakomodasi semua," kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro kepada Medcom.id, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Menurut dia, sangat berbahaya bagi politik ke depan jika Jokowi betul-betul mengakomodasi seluruh partai koalisinya. Bukan tidak mungkin ke depan akan ada kebijakan yang digunakan untuk menguntungkan koalisi pemerintah.

    "Ini penting dipertimbangkan agar ada asas proporsionalitas dan profesionalitas yang jelas dan bisa dipertanghungjawabkan," ujar Zuhro.

    Dia menilai polemik kabinet baru akan hilang bila Jokowi menerapkan asas proporsional, profesional, dan akuntabilitas dalam merekrut pembantunya. Dia pun meminta Jokowi tidak menambah menteri dari kalangan partai politik. Karena, komposisi menteri dari partai dalam Kabinet Kerja jilid I sudah terlalu banyak.

    "Ini penting untuk menghindari kementerian dan lembaga dijadikan sarana tarik-menarik," ucap Zuhro.

    Dia meminta Jokowi memperbanyak menteri dari kalangan nonpartai. Tujuannya, agar netralitas menteri saat bekerja terjaga.

    "Idealnya Pak Jokowi menerapkan zaken kabinet atau kabinet ahli mengingat pekerjaan rumah yang harus dilakukan sangat banyak, dan ini memerlukan orang-orang yang memiliki kualifikasi khusus yang mampu mengeksekusi program yang dicanangkan Presiden," kata Zuhro.

    Jokowi telah mengumumkan komposisi kabinet Jilid II. Sebanyak 55 pesen porsi menteri periode II bakal datang dari profesional nonparpol. Sisanya, kader partai pendukung yang sudah disepakati parpol masing-masing.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id