TKN Membaca Hasrat Prabowo Membunuh Kebebasan Pers

    Arga sumantri - 02 Mei 2019 13:17 WIB
    TKN Membaca Hasrat Prabowo Membunuh Kebebasan Pers
    Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat meninggalkan lokasi perayaan Hari Buru Internasional di Tennis Indoor Senayan, Rabu, 1 Mei 2019. ANT/Rivan Awal Lingga.
    Jakarta: Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menegaskan pers adalah tiang penyangga demokrasi. Hal ini merespons pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut pers perusak demokrasi. 

    "Sebagai politisi yang menikmati ruang kebebasan dalam alam demokrasi, Prabowo justru ingin membunuh salah satu elemen paling dasar dari demokrasi yakni kebebasan pers," kata Ace di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.

    Ace menilai ancaman kepada media yang ingin menjalankan tugasnya adalah perilaku diktator. Sikap ini juga bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Ace mencatat pernyataan kasar Prabowo terhadap institusi media bukan kali pertama.

    "Dan kali ini Prabowo menyebut media ikut merusak demokrasi di Indonesia," ucap politikus Partai Golkar itu.

    Menurut dia, tudingan itu memperlihatkan sikap Prabowo yang tak pernah mau mengerti fungsi pers dalam demokrasi. Pernyataan itu juga mencerminkan watak seorang pemimpin otoriter yang antikritik.

    "Jika media tidak menyuarakan kepentingan politiknya, maka media dianggap merusak demokrasi," ungkapnya. 

    Baca: Lagi, Prabowo Sebut Media Perusak Demokrasi

    Ace menambahkan media bekerja berdasarkan prinsip jurnalistik. Pemberitaan yang dimuat pun berdasarkan fakta. Media juga melakukan verifikasi terhadap fakta yang didapatkan.

    "Dengan cara kerja media seperti itu jelas hoaks, kebohongan, dan juga ujaran kebencian tidak mendapatkan tempat di media kita," ujarnya.

    Sebelumnya, Prabowo menyinggung keberadaan pers dan media massa saat berorasi di hadapan ribuan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional. Tanpa tedeng aling-aling, Prabowo menuding media perusak demokrasi Indonesia. 

    "Kau tidak mengerti kata cukup ya, itu media-media gue salut sama lo masih berani ke sini. Akan tercatat dalam sejarah. Hei kau! Ikut merusak demokrasi di Indonesia," kata Prabowo di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Mei 2019.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id