Survei: Generasi Z Percaya Indonesia Bisa Unggul

    Antara - 18 Agustus 2017 09:12 WIB
    Survei: Generasi Z Percaya Indonesia Bisa Unggul
    Ilustrasi perayaan kemerdekaan. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.
    medcom.id, Jakarta: Lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) mencatat, generasi Z atau kelompok masyarakat yang lahir pada awal 1990-an hingga 2000-an percaya Indonesia mampu menjadi negara unggul. Namun, beberapa sektor perlu dibenahi.

    "Banyak responden yang berpendapat Indonesia masih harus membangun dan memperbaiki beberapa sektor, namun 100 persen responden percaya bahwa Indonesia mampu untuk bisa menjadi lebih baik lagi," kata pendiri KedaiKOPI Hendri Satrio melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, Jumat 18 Agustus 2017.

    Survei KedaiKOPI menjajaki opini responden mengenai hal yang membuat Indonesia bisa menjadi lebih baik. Sebanyak 19,5 persen responden meyakini perbaikan ekonomi merupakan syarat agar Indonesia bisa lebih maju.

    Sementara itu, 15 persen responden berpendapat kelancaran proses pembangunan adalah jawaban bagi Indonesia agar mampu unggul. Hal lain yang dianggap bisa membuat Indonesia lebih baik lagi adalah kualitas SDM (14,5 persen), tujuan yang sama (12,5 persen), dan kinerja pemimpin yang baik dan tidak korupsi (12 persen).

    "Berada di peringkat ketiga terbawah, 5,5 persen responden percaya cara memajukan Indonesia dengan memperbaiki keamanan, diikuti oleh 4,5 persen berpendapat jika rakyatnya memahami perbedaan, dan 16,5 persen responden mengusulkan beberapa ide lainnya," kata Hendri.

    KedaiKOPI, kata dia, juga mencatat harapan-harapan generasi Z bagi Indonesia yang telah memasuki usia kemerdekaan ke-72. Mayoritas responden (53,7 persen) berharap Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik, maju, dan jaya.

    "Bebas korupsi juga merupakan harapan yang diinginkan oleh kelompok usia pascamilenial ini. Sejumlah 14,5 persen responden berharap tidak ada korupsi, semua masyarakat hidup sejahtera dan tidak ada lagi orang miskin. Diikuti dengan harapan masyarakat dapat menerima perbedaan agama (12,6 persen) dan harapan Indonesia bisa bersaing dengan negara lain (6,5 persen)," kata Hendri.

    Survei KedaiKOPI tersebut dilakukan dengan 200 responden tersebar di lima kotamadya di DKI Jakarta. Responden dipilih melalui metode stratified random sampling di 12 sekolah dan tiga universitas dengan margin of error (MoE) +/- 7 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id