• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 19 SEP 2018 terkumpul RP 19.955.605.901

Roy Suryo Lepas Jabatan Waketum Demokrat

Whisnu Mardiansyah - 14 September 2018 20:47 wib
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. (MI/Rommy Pujianto)
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. (MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dikabarkan melepas jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat. Keputusan ini buntut kasus pengembalian aset dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan membenarkan kabar tersebut. Hinca menegaskan Roy tak lagi menjabat Waketum Demokrat. "Kami sudah putuskan membebastugaskan beliau sementara waktu dari Wakil Ketua Umum," kata Hinca saat dikonfirmasi, Jumat, 14 September 2018. 

Surat pengunduran diri Roy Suryo dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat beredar. Dalam surat tertanggal 12 September 2018 itu, Roy menyatakan alasannya mundur dari DPP lantaran ingin fokus menyelesaikan kasusnya dengan Kemenpora terkait pengembalian aset Barang Milik Negara (BMN). Roy juga telah menunjuk kuasa hukumnya bernama Tigor Simatupang.

"Merespons kondisi berdasarkan masalah terakhir, di mana saya dituduhkan masih menyimpan aset negara selepas dari Jabatan terakhir selaku Menpora 2013-2014," kata Roy dalam suratnya. 

Roy tak ingin masalah dirinya dengan Kemenpora terus dikaitkan dengan Demokrat, dan Ketumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Maka Mohon agar saya dapat nonaktif sementara dalam Jabatan sekarang (Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat) sampai urusan ini selesai," lanjutnya.

Namun, Roy Suryo menyebut tetap akan menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Alasannya, ia ingin menjaga nama baik partai di daerah pemilihan (dapil), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Saya tetap akan melaksanakan tugas-tugas tersebut selaku Anggota DPR Komisi I dari Dapil DIY dengan Instruksi Bapak SBY dan Mas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Komandan Kogasma," jelasnya.

Roy memang tengah beperkara dengan Kemenpora. Kementerianj yang pernah dipimpinnya itu melayangkan surat nomor 523/SET.BII/V/2018 tanggal 1 Mei 2018. Surat perihal pemberitahuan pengembalian BMN yang ditujukan ke Roy Suryo. 

Surat itu dilayangkan menanggapi hasil pemeriksaan tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal temuan 3.226 BMN yang belum dikembalikan. Dalam surat tersebut, Kemenpora meminta Roy Suryo segera mengembalikan BMN untuk diinvestarisasi. Surat ditandatangani Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto.


(AGA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.