Pembahasan RUU PKS Disebut Berkutat di Kesalahpahaman

    Anggi Tondi Martaon - 21 Juli 2021 18:10 WIB
    Pembahasan RUU PKS Disebut Berkutat di Kesalahpahaman
    Ketua DPP NasDem Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Taufik Basari/Medcom.id/Fachri.



    Jakarta: Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) selama ini dinilai terjebak kesalahpahaman. Akibatnya, bakal beleid itu tak kunjung disahkan meski sudah dibahas hampir 10 tahun.

    "Kita kemarin berkutat di suatu, dalam tanda kutip berkubang pada lumpur kesalahpahaman," kata anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Taufik Basari dalam Diskusi Denpasar 12 bertemakan Mengawal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Dalam Prolegnas 2021, Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Kesalahpahaman yang dimaksud yaitu RUU PKS dianggap pro perzinaan, aborsi, dan lain sebagainya. Padahal, kata Taufik, rancangan yang saat ini berstatus inisiatif Baleg itu memiliki semangat memberikan pencegahan, perlindungan, dan menjamin hak korban kekerasan seksual.

    Baca: Pandemi Salah Satu Faktor Penghambat Pengesahan RUU PKS

    Dia menyebut korban kekerasan seksual belum mendapatkan haknya secara penuh. Salah satunya, jaminan proses hukum dan perlindungan terhadap korban.

    Anggota Komisi III DPR itu mencontohkan kasus yang menimpa Baiq Nuril, mantan pegawai tata usaha SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Baiq yang dinilai sebagai korban kekerasan seksual justru menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap M, kepala sekolah sekaligus pihak yang diduga melakukan pelecehan seksual.

    "Ada fakta aturan hukum yang belum memadai, ada fakta kurangnya peran negara untuk melakukan pencegahan, melakukan pendidikan, dan pemulihan terhadap korban," ungkap Taufik.

    Ketua DPP Partai NasDem itu mengajak semua pihak menghilangkan kesalahpahaman tersebut. Dia menegaskan pengesahan RUU PKS sangat dibutuhkan melindungi kelompok yang rentan mengalami kekerasan seksual.

    "Makanya kita harus keluar dari kubangan kesalahpahaman tersebut," ujar dia.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id