Pemda Didesak Segera Cairkan Insentif Nakes

    Arga sumantri - 24 Juli 2021 15:19 WIB
    Pemda Didesak Segera Cairkan Insentif Nakes
    Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani/Medcom.id/Arga Sumantri



    Jakarta: Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani mendesak pemerintah daerah (pemda) segera mencairkan insentif tenaga kesehatan (nakes). Penyaluran dana insentif nakes masih tersendat.

    "Insentif itu adalah hak para nakes dan relawan yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah," kata Muzani melalui keterangan tertulis, Sabtu, 24 Juli 2021.

     



    Ia mengatakan anggaran insentif nakes Rp8,85 triliun, dan yang baru terealisasi hanya Rp2,09 triliun. Ia menilai hal ini ironi karena nakes merupakan garda terdepan dalam penanggulangan covid-19. Insentif nakes juga sangat dibutuhkan untuk menjaga semangat dalam pelayanan kesehatan.

    "Mereka rela tidak pulang, mereka bekerja bertaruh nyawa, kerja-kerja mereka atas dasar kemanusiaan. Maka pencairan insentif bagi nakes merupakan suatu hal yang patut untuk disegerakan," jelasnya.

    Menurut Muzani, insentif juga dapat bermanfaat dalam upaya meningkatkan optimisme dan semangat nakes yang bekerja. Mengingat, pandemi covid-19 sudah berjalan hampir dua tahun, tentu pelayanan kesehatan bagi nakes dan rumah sakit harus mendapat apresiasi dengan mempercepat pencairan insentif, bukan justru terhambat.

    "Maka, terlambatnya insentif ini harus direspons segera, karena itu merupakan hak nakes," ujar Muzani.

    Sekjen Partai Gerindra itu mengaku sudah meminta legislator partainya di daerah untuk mendorong kepala daerah segera mencairkan insentif nakes di wilayah masing-masing. Gerindra siap membantu setiap kendala kepala daerah dalam mencairkan dana tersebut.

    "Kalau insentif yang dijanjikan belum keluar, maka itu harus disegera direalisasikan," ujar Muzani.

    Ia mengatakan Gerindra berkomitmen memperjuangkan apa saja yang menjadi hak nakes. Sebab, nakes merupakan instrumen terdepan dalam upaya penanganan pandemi covid-19 di Indonesia. 

    "Apalagi pandemi ini belum berakhir, angka penularan dan angka kematian masih cukup tinggi," tutur Muzani.

    Baca: Ganjar Minta Bansos dan Obat-obatan Langsung Dikirimkan ke Desa

    Kementerian Dalam Negeri melaporkan hingga 17 Juli 2021, realisasi penyaluran insentif tenaga kesehatan (nakes) baru Rp2,09 triliun atau setara 23,66 persen dari pagu yang sebesar Rp8,85 triliun. Penyaluran insentif tenaga kesehatan di daerah kabupaten/kota Rp1,31 triliun atau setara 18,99 persen dari pagu Rp6,92 triliun.

    Kemudian, realisasi penyaluran insentif nakes di pemerintah provinsi sudah tersalurkan Rp780,9 miliar. Jumlah itu setara 40,43 persen dari pagu Rp 1,93 triliun.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id