Rachmat Gobel: Persoalan Beras Menyangkut Martabat Bangsa

    Juven Martua Sitompul - 22 Juni 2021 17:25 WIB
    Rachmat Gobel: Persoalan Beras Menyangkut Martabat Bangsa
    Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel. Istimewa.



    Jakarta: Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel menyesalkan masalah beras nasional belum bisa diselesaikan secara tuntas. Padahal, persoalan ini bisa diselesaikan dengan sejumlah terobosan dan kuncinya menghilangkan ego sektoral di berbagai instansi terkait.

    "Kenapa masalah perberasan ini tidak bisa diselesaikan dan ironisnya dari tahun ke tahun masalah yang dihadapi boleh dikatakan tetap sama. Ini tentu bisa ditangani jika masalah perberasan ini diatasi secara terintegrasi dengan menghilangkan ego sektoral pada masing-masing instansi terkait," kata Rachmat Gobel ketika berbicara sebagai keynote speaker pada Focus Group Discussion (FGD) yang dilenggarakan Perum Bulog dengan tema Kondisi Kebijakan Perberasan Saat Ini dan Pentingnya Integrasi Kebijakan Lintas Kementerian, Selasa, 22 Juni 2021.

     



    Menurut Rachmat Gobel, masalah perberasan yang selalu berulang antara lain, pupuk dan benih menjadi mahal saat musim tanam, harga gabah anjlok saat panen, impor beras yang selalu menjadi momok bagi petani, luas lahan yang terus berkurang, dan penanganan pascapanen yang masih tradisional sehingga membuat petani kesulitan meningkatkan nilai tambah.

    "Saya sepakat dengan pendekatan yang diusung Bulog, yaitu mendorong hilirisasi. Kita harus apresiasi terobosan Bulog dan saya mengusulkan FGD ini lebih sering dilakukan agar kita bisa mereview apa-apa yang perlu dilakukan dari waktu ke waktu," kata dia.

    Baca: Bulog Tagih Utang Rp1,27 Triliun ke Pemerintah

    Dalam kesempatan itu, Rachmat juga menekankan agar semua lembaga terkait tidak main-main dengan masalah perberasan. Persoalan ini menyangkut harkat dan martabat bangsa dan juga nasib kehidupan para petani yang masih terpinggirkan.

    "Masalah beras dan petani jangan jadi lahan spekulasi, menjadi mainan politik apalagi menjadi lahan subur mafia. Semua pihak harus menyadari, selama ini kita berhutang besar kepada petani sehingga saat ini ketahanan pangan kita bisa masih terjaga. Ini harus dibalas dengan lebih memperhatikan sektor pertanian dan nasib petani dengan meningkatkan harkat dan martabat mereka," tegas dia.

    Arah Baru Hilirisasi

    Rachmat mengusulkan tiga hal terkait hilirisasi, yaitu industrialisasi berbasis beras, life style berbasis beras, dan mengembangkan branding beras berbasis kearifan lokal. Industrialisasi berbasis beras, kata dia, tidak hanya mendorong produktivitas dan kualitas produk, melainkan meningkatkan nilai tambah dan valuasi yang besar bagi petani.

    "Ini mensyaratkan ekosistem dan ini yang harus kita bangun dengan didukung kawasan ekonomi khusus beras agar manajemen stabilitas supply and demand bisa terjaga secara optimal," kata dia.

    Terkait dengan lifestyle berbasis beras, Rachmat menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap daerah mempunyai budaya yang dekat atau kental dengan beras. Dalam adat perkawinan bahkan kematian, sejak dulu budaya masyarakat selalu saling memberi dengan hadiah beras.

    "Ini perlu kita tumbuhkan lagi dengan produk corak atau gaya hidup yang lebih kekinian dan bergengsi," katanya.

    Kembali menghidupkan beras lokal, kata Rachmat, tidak kalah penting karena setiap daerah mempunyai beras unggulan dan kebanggaan masing-masing. Misalnya, Sumatra Barat dengan beras Solok, Jawa Barat dengan beras Pandan Wangi, dan Jawa Tengah dengan beras Rojo Lele.

    "Melalui program hilirisasi beras yang diusung Bulog, pihak-pihak terkait perlu mendukung branding beras lokal agar bisa tampil dengan berkualitas, modern untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi, sambil mengangkat kembali kebanggaan pada daerah masing-masing," kata dia.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id