comscore

Diaspora Indonesia Berperan Gaungkan Presidensi G20 di Luar Negeri

Achmad Zulfikar Fazli - 22 Juni 2022 12:16 WIB
Diaspora Indonesia Berperan Gaungkan Presidensi G20 di Luar Negeri
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong (tengah) dalam Diaspora Talk. Dok. Istimewa
Jakarta: Diaspora Indonesia memiliki peran strategis menggaungkan Presidensi G20 di luar negeri. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan diaspora untuk mendukung komunikasi publik Presidensi G20, seperti mengunggah konten serentak melalui media sosial maupun menggiatkan obrolan mengenai Presidensi G20 Indonesia.

“Jumlah 8 juta orang (diaspora) adalah kekuatan dahsyat. Branding negara kita itu ada di teman-teman diaspora. Beberapa teman yang berprestasi juga merupakan bagian dari nation branding Indonesia di negara tempat mereka tinggal,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, dalam Diaspora Talk, Selasa, 21 Juni 2022.
Usman mengatakan diaspora tak hanya mengomunikasikan seputar tiga tema utama Presidensi G20 Indonesia, yakni arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi. Diaspora juga harus bisa memanfaatkan yang didapat dari Presidensi G20 Indonesia.

“Isu-isu tadi seringkali terlalu elite, sehingga sulit dicerna oleh masyarakat Indonesia di dalam negeri mungkin juga di luar negeri. Karena itu mungkin kita bisa menurunkan level narasi yang kita sampaikan kepada masyarakat di luar negeri, supaya dari isu elite berubah menjadi isu akar rumput, yang relatif bisa dicerna oleh masyarakat secara umum,” jelas Usman.

Sementara itu, Diaspora Indonesia di Jepang yang juga merupakan seorang ilmuwan di bidang pangan, Sastia Pramaputri, mengatakan Presidensi G20 merupakan momentum bagi Indonesia, serta warga Indonesia yang ada di luar negeri untuk memperoleh kredibilitas dan kepercayaan dunia dalam memimpin pemulihan global.

“Kita sebagai warga Indonesia di manapun kita berada juga sangat mendapatkan benefit dengan presidensi ini. Kita ini seperti ambassador, branding agent. Bahwa apa yang kita lakukan di sini, semua prestasi dan kiprah kita di negara tempat kita bernaung itu akan menjadi suatu representatif Indonesia di luar negeri dengan membawa identitas budaya,” kata Sastia.

Baca: Presidensi G20 Indonesia 2022, Momentum Ciptakan Perdamaian Dunia

Founder Indonesia-Netherland Youth Society, Rennie Roos, mengungkapkan diaspora Indonesia di luar negeri adalah kelompok yang sangat menarik, karena mempunyai skill dan keahlian dari dua budaya. Yakni budaya Indonesia dan budaya negara tempat mereka tinggal.

“Karena mereka tau itu, mereka juga bisa paham dan menghubungkan semuanya sehingga penyampaian informasi lebih mudah,” ujar dia.

Menurut dia, semua diaspora di luar negeri paham bagaimana mereka harus kerja sama dengan warga negara lain. Diaspora adalah kunci menjembatani komunikasi untuk kerja sama yang lebih erat.

Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Luar Negeri, Siti Nugraha Mauludiah, menyampaikan dalam menghadapi tantangan Presidensi G20, negara tidak bisa lagi melakukan proses diplomasi publik secara mandiri.

“Diperlukan sebuah kolaborasi bersama, salah satunya dengan para diaspora Indonesia di luar negeri yang memiliki peran pembangunan karakter dan pola interaksi Presidensi G20 Indonesia,” kata dia.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id