comscore

Pantau Pemilu Filipina, KPU: Banyak Kebijakan Menarik yang Bisa Dipelajari

Yakub Pryatama Wijayaatmaja - 10 Mei 2022 16:15 WIB
Pantau Pemilu Filipina, KPU: Banyak Kebijakan Menarik yang Bisa Dipelajari
Warga Filipina mengantre untuk memberikan suara pada pemilu presiden. Foto: Channel News Asia
Jakarta: Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Kholik menjadi saksi modernisasi Pemilu Nasional dan Lokal di Republik Filipina pada Senin, 9 Mei 2022. Idham mengatakan pada pemilu itu diperebutkan 77 posisi nasional, 18.103 posisi lokal, dengan 55.572 kontestan.

Survei Pulse Asia pada 2019 mengungkapkan bahwa 9 dari 10 orang di Filipina menginginkan masa depan pemilu menjadi otomatis berkat kecanggihan alat Vote Counting Machine (VCM) yang bisa memindai surat suara dan menerbitkan bukti hasil penghitungan suara pemilih. Modernisasi pemilu meningkatkan kepercayaan nasional dan internasional kepada Filipina, sehingga menjadikan Filipina salah satu negara yang layak dicontoh untuk pemungutan suara di Asia.
"Seluruhnya ada 106 ribu mesin VCM yang disiapkan oleh Smartmatic, sebuah perusahaan alat pemilu canggih yang telah terbukti dalam berbagai pengujian pilpres di lebih dari 70 negara,” ungkap Idham di Jakarta, Selasa, 10 Mei 2022. 

Idham membeberkan di Filipina ada 37 ribu lebih bilik suara dengan 1.800 pusat konsolidasi dan audit. Dukungan teknologi juga dilakukan untuk daerah yang belum terjangkau internet, yaitu dengan alat yang dapat mentransmisi hasil ke satelit.

Baca: Ferdinand Marcos Jr, Anak Mantan Diktator Menjadi Pemimpin Baru Filipina

Tempat pemungutan Suara (TPS) di Filipina dibuka mulai pukul 6 pagi dan ditutup pukul 7 malam dengan jumlah pemilih 67.745.529 orang (dalam negeri). Begitu juga untuk pemungutan suara luar negeri ditutup pukul 7 malam, dengan 1,7 juta pemilih.

Dalam satu TPS, terdapat beberapa cluster (meja pelayanan pemilih). Kemudian dalam satu barangay (desa/kelurahan), terdapat beberapa TPS yang ditentukan berdasarkan besaran populasi pemilih.

Sebanyak 37.141 TPS tersebar di seluruh Filipina. Sedangkan proses pengumpulan data dan penghitungan suara Pemilu Filipina berlangsung 9-16 Mei 2022.

Baca: Aktivis Turun ke Jalan Menentang Hasil Pemilu Filipina

Idham mengungkapkan pemilu di Filipina dilakukan sangat cepat, terbuka, demokratis, dan hanya memakan waktu 2 hingga 5 jam. Perolehan suara sudah sampai di pusat dalam waktu itu, dan direkapitulasi secara penuh sehingga menjadi hasil resmi.

Dia menerangkan pemilu di Filipina tidak membutuhkan waktu berhari-hari dan tidak memakan korban. Idham juga menyampaikan soal isu kesetaraan gender di pemilu Filipina dan cara meningkatkan partisipasi perempuan yang diharapkan berimplikasi pada meningkatnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif/parlemen.

"Ada banyak sekali pengalaman dan kebijakan yang menarik yang bisa dipelajari di Filipina untuk meningkatkan kualitas praktek demokrasi elektoral yang berkeadilan gender," ujar Idham.

Pelaksanaan pemilu di Filipina dipantau langsung oleh tim Penilai Independen Internasional dari sembilan negara. Delegasi Indonesia dipimpin anggota KPU Idham Holik, anggota Tenaga Ahli Setjen KPU Ali Ridho, dan Staf Setjen KPU Johan Teguh.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id