Gejolak PAN Usai Kongres

    Anggi Tondi Martaon - 12 Maret 2020 09:42 WIB
    Gejolak PAN Usai Kongres
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Partai Amanat Nasional (PAN) bergejolak usai kongres. Kemenangan Ketua Umum (Ketum) Zulkifli Hasan belum diterima semua pihak, terutama lawannya Mulfachri Harahap.

    Kubu Mulfachri berencana membuat kelompok tandingan, PAN Reformasi. Usulan itu disuarakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Barat Muhammad Asri Anas.

     



    Loyalis Zulkifli Hasan, Yandri Susanto, menilai Asri Anas sebagai pendatang baru yang merusak PAN. Upaya tersebut dianggap mencederai demokrasi dan tatanan PAN.

    "Dia banyak berwacana tapi enggak tahu fakta," kata Yandri saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.

    Ketua Komisi VIII itu meyakini upaya Asri Anas tidak ditanggapi pendiri PAN Amien Rais. Amien dipastikan tidak ingin partai yang dibangunnya hancur akibat ketidakpuasan kelompok kalah.

    "Pak Amien sangat sayang dengan PAN ini. Persoalan kontestasi itu hal yang biasa," ujar dia.

    Sementara itu, Asri Anas menyebut Yandri yang merusak PAN. Dia menyinggung soal dana Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 2015 hingga 2018 kepada Yandri. 

    Gejolak PAN Usai Kongres
    Ketum PAN Zulkifli Hasan. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

    Baca: Kubu Zulkifli Hasan Siap Menghadapi Gugatan Kongres V PAN

    "Lebih di atas Rp100 miliar dikemanakan? Kenapa tidak disampaikan di kongres PAN penerimaan dana pilkada secara transparan. Inilah semua yang merusak PAN, biar kader mau maju pilkada dimintain duit," ungkap dia.

    Selain itu, Yandri dianggap sebagai salah satu penyebab PAN keteteran saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pasalnya, manajemen keuangan tidak transparan.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id