Kualifikasi Pasukan Khusus BIN Berkode 'Rajawali' Disebut Masih Sesuai UU

    Wandi Yusuf - 13 September 2020 12:03 WIB
    Kualifikasi Pasukan Khusus BIN Berkode 'Rajawali' Disebut Masih Sesuai UU
    Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan depan) di STIN, Sentul, Bogor. Foto: Instagram @bambang.soesatyo
    Jakarta: Aksi pasukan khusus Badan Intelijen Negara (BIN) yang diberi kode 'Rajawali' menyedot perhatian warganet. Aksi itu sempat diunggah Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) melalui akun Instagramnya, @bambang.soesatyo, tiga hari lalu.

    Banyak yang mempertanyakan apakah pantas BIN memiliki pasukan khusus. Menjawab pertanyaan itu, analis konflik dan konsultan keamanan, Alto Labetubun, memberi penjelasan. 

    Merujuk pada UU No 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, BIN merupakan alat negara yang menyelenggarakan fungsi intelijen dalam negeri dan luar negeri, meliputi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Fungsi-fungsi itu bertujuan mendeteksi, mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan menyajikan data intelijen untuk memberikan peringatan dini.

    Alto mengatakan fungsi-fungsi itu dijalankan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk dan sifat ancaman terhadap keselamatan dan eksistensi bangsa dan negara. Lebih besar lagi, kerja-kerja BIN itu untuk menyelamatkan kepentingan dan keamanan nasional. 

    "Secara kontekstual, maka peran, tugas, dan fungsi BIN itu sangat dinamis dan fluid (cair). Dengan tingkat risiko yang tinggi, maka agen-agen dan personel BIN perlu dibekali dengan kemampuan taktis dan strategis, termasuk penguasaan intelijen khusus," ujar Alto, melalui keterangan tertulis, Minggu, 13 September 2020.

    Kemampuan intelijen khusus ini, kata dia, termasuk penguasaan senjata api dan bahan peledak, baik secara individu maupun secara kolektif atau kelompok. Kemampuan intelijen khusus pun, lanjut Alto, amat diperlukan bagi anggota BIN yang ditugaskan di daerah konflik, terutama daerah yang dikuasai oleh kelompok teroris transnasional. 

    "Dalam konteks ini maka kualifikasi intelijen khusus Rajawali itu sangat relevan, penting, dan dibutuhkan BIN. Apalagi saat ini BIN langsung berada di bawah Presiden RI," kata dia.



    Aksi Pasukan Rajawali BIN menjadi perbincangan setelah Bambang Soesatyo mengunggahkan di Instagram, tiga hari lalu. Hingga kini tercatat sudah 117 ribu warganet yang menonton unggahan Bamsoet itu. 

    Dalam video tak sampai satu menit itu, tampak Pasukan Rajawali memamerkan atraksi militer. Aksi itu diperlihatkan saat Inaugurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Plaza STIN, Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu, 9 September 2020.

    Dalam unggahannya, Bamsoet memberi narasi, "Pasukan Khusus Intelejen Rajawali BIN memang beda. Selamat! Penampilan yang luar biasa. Jaga Indonesia. Jaga NKRI."

    Banyak warganet yang mempertanyakan pentingnya pasukan ini. Salah satunya dari akun @akbar.g40. "Fungsinya masih dipertanyakan ini. Kerjanya ngapain aja? Teroris ada Densus. TKA asing masuk diem aja. Jadi, kerjanya apa ya?"

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id