Indonesia Usulkan 5 Kerja Sama untuk Perkuat Pariwisata di ASEAN

    Nur Azizah - 18 September 2020 14:36 WIB
    Indonesia Usulkan 5 Kerja Sama untuk Perkuat Pariwisata di ASEAN
    Suasana pedesaan di kawasan Geopark Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
    Jakarta: Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekra) mengusulkan lima kerja sama melalui The 52nd ASEAN NTOs Meeting and Related Meetings. Usulan ini terkait penanggulangan covid-19 di sektor pariwisata.

    "Ada lima poin yang kami usulkan dalam penanggulangan dampak covid-19. Yang pertama, adalah Indonesia mengusulkan penghapusan ASEAN Single Aviation Market (ASAM) atau pasar tunggal penerbangan," kata Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf Candra Negara dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat, 18 September 2020.

    Candra menjelaskan ASAM merupakan open sky agreement yang bertujuan meningkatkan konektivitas domestik dan kawasan ASEAN melalui integrasi jaringan produksi serta pelayanan. Nantinya, maskapai dari negara anggota ASEAN dapat terbang bebas di dalam wilayah ASEAN.

    Usulan kedua mengenai permintaan Kamboja agar posisinya sebagai ketua diperpanjang hingga 2020. Ini jadi bahan pertimbangan karena akan memengaruhi posisi Indonesia dalam keketuaan ASEAN di 2022.

    "Oleh karena itu, Indonesia akan menyampaikan beberapa win-win solution kepada pihak Kamboja agar keketuaan ASEAN 2022 tetap menjadi milik Indonesia," ujar Candra.

    Baca: Kedisiplinan Pengunjung Faktor Penting Upaya Hidupkan Pariwisata

    Usula ketiga, Indonesia ingin agar Progress of Draft Protocol to Amend the Mutual Recognition Agreement on Tourism Professional (MRA-TP) atau pengaturan antara negara-negara ASEAN yang dirancang untuk memfasilitasi pergerakan pekerja yang berkualitas segera dijalankan.

    Keempat, lanjut Candra, terkait Host Country Agreement (HCA) pada Regional Secretariat for the Implementation of MRA-TP. HCA ini komponen penting untuk menetapkan dasar hukum dan standar pendapatan bagi berdirinya Sekretariat Regional.

    "Kelima, Indonesia mendukung adanya inisiatif Development of ASEAN Framework to Facilitate the Tourist Travel Bubble Schemes. Oleh karena itu, Indonesia terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan covid-19 sehingga dapat memunculkan rasa percaya dari negara lain ketika membahas kemungkinan kerja sama travel bubble di masa depan," ujarnya.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id