Stafsus Milenial Dinilai Hanya Jadi Benalu untuk Jokowi

    Anggi Tondi Martaon - 23 April 2020 19:49 WIB
    Stafsus Milenial Dinilai Hanya Jadi Benalu untuk Jokowi
    Presiden Joko Widodo dan tujuh staf khusus dari kalangan milenial. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
    Jakarta: Kredibilitas para staf khusus milenial Presiden Joko Widodo dipertanyakan. Mereka yang datang dari kalangan profesional justru hanya sering membuat gaduh dan memberi efek negatif untuk Presiden.

    "Stafsus ini jadi benalu bagi presiden," kata pengamat politik Adi Priyatno kepada Medcom.id, Kamis, 23 Maret 2020.

    Adi membeberkan kegaduhan yang dilakukan beberapa stafsus milenial Jokowi. Misalnya, cuitan Angkie Yudistia di media sosial Instagram terkait cara mendeteksi korona yang dinilai hoaks. Angkie kemudian menghapus dan meminta maaf atas cuitannya.

    Stafsus milenial Presiden, Andi Taufan Garuda Putra, meminta para camat di seluruh Indonesia memfasilitasi perusahaanya, PT Amartha Mikro Fintek, yang menjadi relawan desa melawan covid-19. Permintaan itu disampaikan melalui surat edaran berkop Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg).

    Terakhir, polemik Ruangguru yang menjadi mitra pelatihan dalam program kartu prakerja. Ruangguru merupakan perusahaan milik Adamas Belva Syah Devara, yang saat itu masih menjabat sebagai stafsus milenial Presiden.

    "Rangkaian potret ini yang membuat stafsus milenial tidak ada prestasi apa pun," ujar dia.

    Baca: Stafsus Milenial Dinilai Sedikit Kerja Banyak Kontroversi

    Adi meminta Jokowi mengevaluasi kinerja para stafsus milenial tersebut. Menurut dia, latar belakang profesional tidak menjamin kinerja mereka.

    "Jadi profesional dan muda enggak ada jaminan mereka ini tidak konflik kepentingan. Buktinya juga sudah ada dua. Inilah saya kira perlu Presiden mengevaluasi, bahkan diganti yang nakal itu." ungkap dia.

    Menurut dia, Jokowi juga bisa memanfaatkan kalangan milenial yang berasal dari partai politik. Menurutnya, kader muda di partai politik banyak yang memiliki kompetensi untuk membantu presiden.

    "Banyak sekali anak muda kalangan milenial (dari parpol) yang saya kira cukup oke dan efektif," ujar dia.

    Sebelumnya, Belva mundur dari stafsus Presiden. Pengumuman tersebut disampaikan Belva melalui akun media sosial pribadinya, Selasa, 21 April 2020.
     
    Baca: Polemik Kartu Prakerja, Belva Devara Mundur dari Stafsus Jokowi
     
    Belva sudah menyampaikan surat pengunduran diri itu kepada Jokowi, Rabu, 15 April 2020. Belva juga mengklarifikasi tudingan yang menyatakan dirinya terlibat konflik kepentingan. Dia menegaskan proses verifikasi semua mitra kartu prakerja sudah berjalan sesuai aturan dan tidak ada konflik kepentingan apa pun.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id