Pidato Lengkap Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2020

    Surya Perkasa - 14 Agustus 2020 15:38 WIB
    Pidato Lengkap Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2020
    Presiden Joko Widodo dalam pidato di Sidang Tahunan MPR Tahun 2020. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay
    Jakarta: Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan yang menyoroti dampak covid-19 kepada Indonesia dalam Sidang Tahunan MPR jelang HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada Jumat, 14 Agustus 2020. Namun, Jokowi menilai pandemi ini dapat dimanfaatkan agar Indonesia menjadi negara maju dalam 25 tahun.

    Berikut pidato lengkap Kepala Negara:

    Yang saya hormati para hadirin, Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air.

    Semestinya, seluruh kursi di ruang sidang ini terisi penuh, tanpa ada satu kursi pun yang kosong. Semestinya sejak 2 minggu yang lalu, berbagai lomba dan kerumunan penuh kegembiraan, karnaval-karnaval perayaan  peringatan  Hari  Jemerdekaan  diadakan menyelimuti suasana bulan kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.

    Namun, semua yang sudah kita rencanakan tersebut harus berubah total. Semua ini tidak boleh mengurangi rasa syukur kita dalam memperingati 75 Tahun Indonesia Merdeka.

    Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air.

    Sebanyak 215 negara, tanpa terkecuali, sedang menghadapi masa sulit diterpa pandemi covid-19. Dalam catatan WHO, sampai  dengan 13 Agustus kemarin, melaporkan lebih dari 20 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 737 ribu jiwa.

    Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19. Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah.

    Di kuartal  pertama  2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%. Tapi di kuartal kedua, kita minus 5,32%. Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai  minus 17%.

    Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan. Ibarat  komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang.

    Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan restart,  harus  melakukan rebooting. Semua  negara mempunyai  kesempatan  men-setting ulang semua sistemnya.
     
     


    Saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka  agama,  dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.

    Inilah saatnya kita  membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan. Termasuk kesehatan dan pendidikan.

    Saatnya  kita  bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Pada usia ke-75 tahun ini, kita telah menjadi negara upper  middle income country.  Dua puluh limat  tahun lagi, pada usia seabad Republik  Indonesia, kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia negara maju.

    Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air.

    Kita  harus  melakukan reformasi fundamental dalam cara kita bekerja. Kesiapsiagaan dan kecepatan kita  diuji.

    Kita harus  mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari wilayah pandemi di Tiongkok.  Kita harus menyiapkan rumah sakit, rumah isolasi, obat-obatan, alat kesehatan, dan mendisiplinkan protokol kesehatan. Semuanya harus dilakukan secara  cepat, dalam waktu  yang sangat singkat.

    Ketika krisis kesehatan tersebut berdampak pada perekonomian nasional, kita juga harus cepat bergerak dengan memberikan bantuan sosial bagi masyarakat melalui bantuan sembako, bansos tunai, subsidi dan diskon tarif listrik, BLT Desa, dan subsidi gaji.

    Kita harus membantu UMKM  untuk memperoleh restrukturisasi kredit, memperoleh banpres produktif berupa bantuan modal darurat, dan membantu  pembelian  produk-produk mereka. Membantu tenaga kerja yang menjadi korban PHK, antara lain melalui bantuan sosial dan Program Prakerja.
     
     


    Sesuatu yang  tidak  mudah.

    Untuk itu semua, pemerintah cepat melakukan perubahan rumusan program, menyesuaikan program kerja dengan situasi terkini. Melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat. Menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020, yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020. Bersinergi dengan BI, OJK, dan LPS  untuk memulihkan  perekonomian.

    Krisis ini telah memaksa kita untuk menggeser channel cara  kerja. Dari cara-cara normal  menjadi cara-cara ekstra-normal. Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari  prosedur  panjang dan berbelit menjadi smart shortcut. Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil.

    Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan  sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan.

    Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru  momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan.

    Saudara-saudara  se-Bangsa  dan  se-Tanah Air.

    Perjuangan untuk menghambat penyebaran covid-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian sudah luar biasa kita lakukan. Atas nama rakyat, bangsa, dan negara, saya  menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya  kepada para dokter dan  perawat, serta seluruh petugas di rumah sakit, di laboratorium, di klinik-klinik  kesehatan, dan  dirumah isolasi. Serta kepada tokoh masyarakat, para relawan, awak media, aparat TNI dan Polri, serta para ASN di  pusat dan daerah.

    Dengan peristiwa pandemi ini, maka reformasi fundamental di sektor kesehatan harus kita percepat. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat harus diutamakan.

    Penguatan kapasitas SDM,pengembangan rumah sakit dan balai kesehatan, serta industri obat dan alat kesehatan harus diprioritaskan. Ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan harus kita  tingkatkan secara  besar-besaran.

    Demikian pula halnya dengan ketahanan pangan, dengan menjamin kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai hilir distribusi, ke seluruh wilayah negeri.

    Efisiensi produksi pangan, peningkatan nilai tambah bagi petani, penguatan koperasi, dan metode korporasi  petani akan terus ditingkatkan. Food estate sedang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

    Bukan hanya di hulu, tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri. Bukan lagi menggunakan  cara-cara  manual, tetapi menggunakan teknologi modern dan pemanfaatan kecanggihan  digital. Bukan hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk pasar internasional.

    Saat ini sedang dikembangkan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Sumatra Utara, dan akan dilakukan di beberapa daerah lain. Program  ini  merupakan  sinergi  antara  pemerintah, pelaku swasta, dan masyarakat sebagai pemilik lahan maupun sebagai tenaga kerja.
     
     


    Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air.

    Upaya  besar  juga  telah  dan  sedang  dilakukan untuk membangun kemandirian energi. Tahun 2019, kita sudah berhasil memproduksi dan menggunakan B20. Tahun ini kita mulai dengan B30, sehingga kita mampu  menekan nilai impor minyak kita pada 2019.

    Pertamina bekerja sama dengan para peneliti telah berhasil menciptakan katalis untuk pembuatan D100, yaitu bahan bakar diesel yang 100 persen dibuat dari minyak kelapa sawit yang sedang uji produksi di dua kilang  kita. Ini akan menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20 ribu  barel per hari.

    Hilirisasi bahan mentah yang lain juga terus dilakukan secara  besar-besaran. Batu bara diolah menjadi metanol dan gas. Beberapa kilang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi, dan sekaligus menjadi penggerak industri petrokimia yang memasok produk industri hilir bernilai tambah tinggi.

    Biji nikel telah bisa diolah menjadi ferronikel, stainless steel slab, lembaran baja, dan dikembangkan menjadi bahan utama untuk baterai lithium. Hal ini akan memperbaiki defisit  transaksi berjalan kita, meningkatkan peluang kerja, dan mulai mengurangi dominasi energi fosil. Hal ini akan membuat posisi Indonesia menjadi sangat strategis dalam pengembangan  baterai  lithium, mobil  listrik  dunia, dan produsen teknologi di masa depan.

    Prinsip yang sama juga kita gunakan dalam membangun  kawasan-kawasan industri lainnya, termasuk pembangunan super koridor ekonomi pantai utara Jawa. Kawasan Industri Batang serta Subang-Majalengka sedang dikembangkan dalam waktu singkat, dirancang untuk  mampu mengundang investasi berkualitas. Kawasan yang bersinergi dengan UMKM kita, yang memberikan  nilai  tambah  signifikan untuk perekonomian nasional serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

    Kawasan industri serupa juga akan dibangun di berbagai daerah di seluruh  Indonesia,  yang  selalu bersinergi  dengan kewirausahaan masyarakat dan UMKM. Untuk menyediakan kesempatan kerja bagi generasi muda yang belum bekerja dan meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri.

    Oleh karena itu, ekosistem nasional yang kondusif bagi perluasan kesempatan kerja yang berkualitas harus kita  bangun. Penataan regulasi  harus kita lakukan. Regulasi yang tumpang tindih, merumitkan, menjebak semua pihak dalam risiko harus kita sudahi.

    Semua ini kita dedikasikan untuk perekonomian nasional  yang  adil untuk kepentingan yang  sudah bekerja, untuk kepentingan yang sedang mencari kerja. Untuk mengentaskan kemiskinan dengan menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas seluas-luasnya.

    Kita ingin semua harus bekerja. Kita ingin semua sejahtera.
     
     


    Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air.

    Ekosistem nasional yang produktif dan inovatif tidak mungkin tumbuh tanpa ekosistem hukum, politik, kebudayaan, dan pendidikan yang kondusif. Fleksibilitas yang tinggi dan birokrasi  yang sederhana tidak bisa dipertukarkan dengan kepastian hukum, antikorupsi, dan demokrasi.

    Semua kebijakan harus mengedepankan ramah  lingkungan dan perlindungan HAM.  Kecepatan dan ketepatan tidak bisa  dipertukarkan dengan kecerobohan dan kesewenang-wenangan.

    Pemerintah tidak pernah main-main dengan upaya pemberantasan  korupsi. Upaya  pencegahan harus ditingkatkan melalui tata kelola yang sederhana, transparan, dan efisien. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

    Penegakan nilai-nilai demokrasi juga tidak bisa ditawar. Demokrasi harus tetap berjalan dengan baik, tanpa  mengganggu kecepatan  kerja dan kepastian hukum, serta  budaya adiluhung  Bangsa Indonesia.

    Agenda Pilkada 2020 harus tetap berjalan dengan disiplin tinggi dalam menjalankan protokol kesehatan. Nilai-nilai  luhur Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, persatuan dan kesatuan nasional, tidak  bisa  dipertukarkan  dengan  apapun  juga. Kita tidak bisa memberikan ruang sedikit pun kepada siapa pun yang menggoyahkannya.

    Sistem pendidikan nasional harus mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan, yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia, serta unggul dalam inovasi dan teknologi. Saya  ingin semua platform  teknologi harus mendukung  transformasi kemajuan  bangsa.

    Peran media-digital yang saat ini sangat besar harus diarahkan untuk membangun nilai-nilai  kemanusiaan dan kebangsaan. Semestinya, perilaku  media  tidak dikendalikan untuk mendulang click dan menumpuk jumlah like, tapi seharusnya didorong untuk menumpuk kontribusi bagi kemanusiaan dan kepentingan bangsa.

    Ideologi dan nilai-nilai luhur bangsa tidak boleh dipertukarkan  dengan  kemajuan  ekonomi.  Bahkan, kemajuan ekonomi jelas membutuhkan semangat kebangsaan  yang  kuat. Kita  harus  bangga terhadap produk Indonesia. Kita harus membeli produk dalam negeri.

    Kemajuan Indonesia harus berakar kuat pada ideologi  Pancasila dan budaya bangsa.

     
     


    Saudara-saudara se-Bangsa  dan  se-Tanah Air, hadirin sekalian yang berbahagia.

    Tujuan besar tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen bangsa dengan gotong-royong, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan tujuan yang mulia. Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain.

    Jangan ada yang merasa paling benar  sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri.

    Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu yang biasanya tidak benar. Kita  beruntung bahwa mayoritas rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling  peduli. Sehingga masa-masa  sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik.

    Kita beruntung dan berterima kasih atas dukungan dan kerja cepat dari Pimpinan dan Anggota lembaga-lembaga negara yang melakukan langkah-langkah extraordinary  dalam  mendukung  penanganan krisis dan membajak momentum krisis untuk menjalankan strategi-strategi  besar  bangsa.

    MPR dengan cepat membuat payung program baru "MPR Peduli Covid-19" serta terus melakukan sosialisasi dan aktualisasi Pancasila serta pengkajian sistem ketatanegaraan dan konstitusi kita.

    Dengan sangat responsif, DPR langsung membahas, kemudian menyetujui dan mengesahkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 menjadi undang-undang untuk memberikan payung hukum dalam mengatasi krisis kesehatan dan perekonomian. Perppu Nomor 2 Tahun 2020 menjadi undang-undang untuk melandasi penundaan pemungutan  suara Pemilihan Kepala Daerah.

    Agenda-agenda legislasi yang lain juga tetap berjalan  efektif, antara lain Pembahasan  RUU Pertambangan Mineral dan Batu Bara serta RUU Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.
     
     


    Respons cepat juga dilakukan oleh DPD terhadap permasalahan mendesak yang dihadapi oleh daerah, mulai dari pemberdayaan ekonomi  rakyat melalui BUMDes, peningkatan  daya  saing  daerah, dan dukungan penerapan protokol kesehatan dengan menyiapkan 9 RUU usul inisiatif DPD dan beberapa agenda lain sesuai bidang tugas DPD.

    Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air.

    Di tengah berbagai kesulitan teknis selama pandemi, BPK secara cepat dan cermat  telah memeriksa dan menyampaikan 1.180 laporan hasil pemeriksaan 2019, memberikan 36.060 rekomendasi kepada  pemerintah, dan memerintahkan penyetoran ke kas negara senilai Rp1,39 triliun.

    Tugas internal yang berat tersebut tidak mengganggu agenda BPK untuk melanjutkan perannya sebagai  pemeriksa eksternal pada badan-badan internasional, serta keanggotaannya pada Independent Audit Advisory Committee di bawah PBB.

    Demikian pula halnya  Mahkamah Agung yang menjamin kecepatan pelayanan persidangan di  era pandemi. Penyediaan layanan persidangan virtual dengan menggunakan aplikasi e-court dan e-litigasi telah mempercepat  persidangan di luar persidangan terbuka dan tatap  muka.

    Guna terus memperluas akses bagi para pencari keadilan, MA terus menambah layanan pos bantuan hukum dan memodernisasi manajemen perkara melalui layanan pengadilan elektronik. Hal ini membuat MA berhasil  memangkas  tunggakan sisa perkara secara signifikan.

    Keberhasilan MA tersebut juga berkat dukungan dari Komisi Yudisial sesuai  kewenangannya. Pengusulan calon Hakim Agung, calon hakim ad hoc Tipikor, dan calon hakim ad hoc Hubungan Industrial tetap berjalan lancar. Demikian pula halnya dengan pelaksanaan  program  peningkatan kapasitas  hakim, pemantauan  persidangan, investigasi, dan  advokasi hakim. Sepanjang  2019 hingga Juni 2020, KY telah  menangani  1.584  laporan  masyarakat  dan merekomendasikan 225 penjatuhan sanksi.

    Kecepatan dan kecermatan Mahkamah Konstitusi juga sangat patut untuk kita apresiasi. MK juga terus memperbaiki tata kelola dan meningkatkan pemanfaatan layanan elektronik untuk melayani masyarakat dalam mencari keadilan.

    MK  telah  berhasil  mempercepat  jangka  waktupenyelesaian  perkara  pengujian  undang-undang dari waktu penyelesaian 101 hari kerja per perkara pada 2017 menjadi rata-rata 59 hari kerja per perkara. Sepanjang 2019  hingga  awal  2020, MK telah menyelesaikan 122 perkara pengujian undang-undang.

    Pada  saat  yang  sama, perluasan kerja sama di dalam maupun di luar negeri terus ditingkatkan. MK aktif  menginisiasi dan mengkoordinasi berbagai kegiatan di tingkat regional maupun global agar sistem hukum kita dijadikan rujukan bagi negara-negara demokrasi  di  berbagai  penjuru  dunia.
     
     


    Saudara-saudara se-Bangsa dan  se-Tanah Air.

    Masih banyak langkah-langkah besar yang harus kita lakukan. Masih tersedia waktu 25 tahun lagi bagi kita  untuk menyiapkan seabad Indonesia  merdeka. Untuk membangun Indonesia yang kita cita-citakan.

    Target kita saat ini bukan hanya lepas dari pandemi, bukan hanya keluar dari krisis.  Langkah kita adalah melakukan lompatan besar memanfaatkan momentum krisis yang saat ini sedang terjadi.

    Krisis memberikan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan, untuk melakukan transformasi besar, dengan melaksanakan strategi besar.

    Mari kita pecahkanmasalah fundamental yang kita hadapi. Kita lakukan  lompatan besar untuk kemajuan  yang signifikan. Kita harus bajak momentum krisis ini.

    Kita harus serentak dan serempak memanfaatkan momentum ini. Menjadikan  Indonesia  setara dengan negara-negara maju. Menjadikan Indonesia Maju yang kita cita-citakan.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id