Pidato Lengkap Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2020

    Surya Perkasa - 14 Agustus 2020 15:38 WIB
    Pidato Lengkap Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2020
    Presiden Joko Widodo dalam pidato di Sidang Tahunan MPR Tahun 2020. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay


    Sesuatu yang  tidak  mudah.

    Untuk itu semua, pemerintah cepat melakukan perubahan rumusan program, menyesuaikan program kerja dengan situasi terkini. Melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat. Menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020, yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020. Bersinergi dengan BI, OJK, dan LPS  untuk memulihkan  perekonomian.

    Krisis ini telah memaksa kita untuk menggeser channel cara  kerja. Dari cara-cara normal  menjadi cara-cara ekstra-normal. Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari  prosedur  panjang dan berbelit menjadi smart shortcut. Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil.

    Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan  sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan.

    Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru  momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan.

    Saudara-saudara  se-Bangsa  dan  se-Tanah Air.

    Perjuangan untuk menghambat penyebaran covid-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian sudah luar biasa kita lakukan. Atas nama rakyat, bangsa, dan negara, saya  menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya  kepada para dokter dan  perawat, serta seluruh petugas di rumah sakit, di laboratorium, di klinik-klinik  kesehatan, dan  dirumah isolasi. Serta kepada tokoh masyarakat, para relawan, awak media, aparat TNI dan Polri, serta para ASN di  pusat dan daerah.

    Dengan peristiwa pandemi ini, maka reformasi fundamental di sektor kesehatan harus kita percepat. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat harus diutamakan.

    Penguatan kapasitas SDM,pengembangan rumah sakit dan balai kesehatan, serta industri obat dan alat kesehatan harus diprioritaskan. Ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan harus kita  tingkatkan secara  besar-besaran.

    Demikian pula halnya dengan ketahanan pangan, dengan menjamin kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai hilir distribusi, ke seluruh wilayah negeri.

    Efisiensi produksi pangan, peningkatan nilai tambah bagi petani, penguatan koperasi, dan metode korporasi  petani akan terus ditingkatkan. Food estate sedang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

    Bukan hanya di hulu, tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri. Bukan lagi menggunakan  cara-cara  manual, tetapi menggunakan teknologi modern dan pemanfaatan kecanggihan  digital. Bukan hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk pasar internasional.

    Saat ini sedang dikembangkan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Sumatra Utara, dan akan dilakukan di beberapa daerah lain. Program  ini  merupakan  sinergi  antara  pemerintah, pelaku swasta, dan masyarakat sebagai pemilik lahan maupun sebagai tenaga kerja.
     


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id