Penyelidik KPK ke Kantor DPP PDIP Disebut Bermuatan Politis

    Antara - 12 Januari 2020 19:48 WIB
    Penyelidik KPK ke Kantor DPP PDIP Disebut Bermuatan Politis
    Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu (tengah). Foto: MI/Susanto.
    Jakarta: Politikus PDIP Masinton Pasaribu menilai kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis, 9 Januari 2020 bermuatan politis. Selain politis KPK juga tak mampu menunjukkan surat tugas dan legalitas formal yang diatur jelas sesuai hukum acara pidana dan perundang-undangan yang berlaku.

    "Kegiatan lapangan Tim Penyelidik KPK mendatangi kantor DPP PDI Perjuangan adalah tindakan ilegal untuk mendiskreditkan PDIP," kata Masinton, Minggu, 12 Januari 20120.

    Upaya penggeledahan dilakukan KPK ke PDIP atas ditangkapnya Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan, Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu Setiawan diduga menerima suap lantaran mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) caleg PDIP Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan Harun Masiku.

    Masinton yang juga Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi harus dilakukan sesuai ketentuan hukum acara pidana dan perundang-undangan yang berlaku. Bukan semata-mata karena ada muatan motif politik dan bukan untuk penegakan hukum.

    Menurut Masinton, PDIP menghormati penangkapan yang dilakukan KPK terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan. Tetapi, menjadi penting bahwa setiap penegakan hukum juga harus taat hukum.

    "PDIP menghormati dan mendukung proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK," kata Masinton.

    Dalam penangkapan Wahyu, KPK menyita Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat operasi tangkap tangan (OTT) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
     
    KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
     
    Kader PDIP Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga staf di DPP PDIP.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id