Sempat Molor, Rapat Paripurna DPR Dihadiri 514 Anggota

    Anggi Tondi Martaon - 22 Oktober 2019 18:47 WIB
    Sempat Molor, Rapat Paripurna DPR Dihadiri 514 Anggota
    DPR RI menggelar Rapat Paripurna ke-3 Masa Sidang I Tahun 2019-2020 (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
    Jakarta: DPR RI menggelar Rapat Paripurna permulaan pada masa persidangan I Tahun 2019-2024. Hampir semua anggota hadir.

    Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan, berdasarkan catatan Kesekretariatan Jenderal (Kesekjenan) DPR, jumlah anggota yang menandatangani daftar hadir yaitu 514 dari total 575 anggota DPR.

    "Alhamdulillah, pada Rapat Paripurna pertama ini sudah 500 orang lebih yang hadir," kata Puan di ruang Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Politikus PDIP itu mengaku puas dengan capaian tersebut. Dia berharap, tingkat kehadiran tersebut bisa dipertahankan.

    "Semoga rapat yang akan datang, tetap di atas 500 orang," kata Puan.


    Sempat Molor 


    Pantauan Medcom.id, awalnya Rapat Paripurna dijadwalkan dimulai pada pukul 14.00 WIB. Satu per satu anggota mulai memadati lobi dan ruang rapat yang berada di lantai 3 Gedung Nusantara II.

    Namun, Rapat Paripurna permulaan yang berisikan beberapa agenda, salah satunya pengesahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) itu molor hingga lebih dari 1,5 jam.

    Para anggota pun mengisi kegiatan dengan berbincang atau bahkan foto bersama di dalam ruangan Rapat Paripurna. Ada pula anggota yang mengisi kegiatan di luar ruangan.

    Sekitar pukul 15.45 WIB, Rapat Paripurna dimulai. Selain pengesahan AKD, Puan juga membacakan surat masuk yang diterima oleh pimpinan DPR. Rapat berlangsung sekitar 45 menit.

    Sebelum rapat ditutup, Anggota DPR Darul Siska menginterupsi. Dia meminta agar ketepatan waktu rapat diperhatikan sebagai bentuk perwujudan peningkatan kinerja DPR periode 2019-2024.

    "Saya berharap agar dalam setiap rapat DPR baik Rapat Paripurna, rapat komisi, rapat badan, rapat pansus (panitia khusus), dan lain-lain bisa dimulai tepat waktu," kata Darul yang disambut tepuk tangan anggota.

    Tanpa berpikir panjang, Puan langsung menyampaikan alasan rapat molor dari waktu yang telah ditentukan. Dia beralasan bahwa sebelumnya pimpinan DPR harus menerima tamu, di antaranya Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

    Selain itu, pimpinan juga menggelar rapat konsultasi pengganti Bamus. Rapat konsultasi mendadak itu harus dilakukan guna membahas surat masuk yang baru diterima oleh pimpinan DPR.

    "Dan tadi kami sampaikan dalam Rapat Paripurna hari ini," ucap Puan.

    Alasan tersebut dapat diterima oleh seluruh anggota. Sebelum menutup Rapat Paripurna, Puan menanyakan apakah masih ada anggota yang ingin mengajukan interupsi.

    "Apakah masih atau sudah cukup?" ucap puan, bertanya.

    "Cukup," kata anggota menjawab pertanyaan Puan, yang diikuti penutupan Rapat Paripurna.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id