KSP: Tindakan TNI Turunkan Baliho Rizieq Dalam Koridor Hukum

    Sri Yanti Nainggolan - 21 November 2020 08:46 WIB
    KSP: Tindakan TNI Turunkan Baliho Rizieq Dalam Koridor Hukum
    Petugas gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan sejumlah baliho dan spanduk-spanduk yang tidak memiliki izin di Ibu Kota. MI/Andi Widiyanto
    Jakarta: Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani menilai pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab oleh TNI tidak diskriminatif dan masih dalam koridor hukum. Setiap pelanggaran hukum akan ditindak tanpa pandang bulu.

    "Perlu diingat bahwa sudah terdapat rangkaian aturan yang mengatur tentang ketertiban umum hingga larangan-larangan tertentu, bagi ormas (organisasi masyarakat) misal, sebagaimana dijelaskan dalam KUHP, Undang-Undang Ormas," terang dia saat dikonfirmasi, Jumat, 20 November 2020.

    Di masa pandemi ini, peran aktif semua pihak juga penting untuk meminimalkan pelanggaran yang sifatnya dapat memicu penularan covid-19. Oleh karena itu, penegakan hukum dan ketertiban masyarakat esensial dalam melindungi masyarakat secara keseluruhan.

    Baca: Penurunan Baliho Rizieq Perintah Langsung Pangdam Jaya

    Jaleswari juga menilai tindakan TNI menurunkan baliho Rizieq masih dalam koridor operasi militer selain perang yang dijabarkan dalam Undang-Undang 34 Tahun 2004 tentang TNI. Membantu pemerintah daerah atau kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dinilai sesuai dengan aturan.

    "Sikap Panglima (Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman) merupakan reaksi normal, menanggapi situasi yang terjadi beberapa hari lalu ketika ada kelompok-kelompok di masyarakat yang dianggap dengan terang-terangan melanggar ketentuan pemerintah," tambah dia.

    Respons tersebut menunjukkan bahwa pelanggaran hukum juga bisa ditindak oleh TNI, tak hanya pemerintah dan penegak hukum. TNI mendukung penuh pemerintah.

    "Pernyataan Kapolda (Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran) sudah benar karena pelanggaran hukum terkait protokol kesehatan adalah juga ranah kepolisian sebagai aparat penegak hukum," tutup dia.

    Baca: Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Janji Sikat Pelanggar Protokol Kesehatan

    Sebelumnya, personel TNI terekam video saat menurunkan spanduk dan baliho bergambar pentolan FPI Rizieq Shihab. Panglima Kodam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman, menyatakan penurunan baliho dan spanduk itu perintahnya langsung.

    "Mengenai video itu anggota berbaju loreng turunkan baliho itu perintah saya. Pasalnya, beberapa kali Satpol PP menurunkan baliho, tapi (baliho) kembali dinaikkan," ucap Dudung usai apel gelar pasukan jelang Pilkada Serentak 2020 dan penanggulangan banjir di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 20 November 2020.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id