Kemenkes Perintahkan Penambahan Ruang Perawatan Pasien Covid-19

    Theofilus Ifan Sucipto - 22 November 2020 20:21 WIB
    Kemenkes Perintahkan Penambahan Ruang Perawatan Pasien Covid-19
    Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir/Medcom.id/Theo.
    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta kapasitas ruang perawatan pasien covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) ditambah. Hal itu jika terjadi lonjakan pasien covid-19 antara 50 hingga 100 persen.

    “Kemenkes memerintahkan rumah sakit menata tempat tidur dengan menambah tempat perawatan, ruang isolasi dan ruang ICU (intensive care unit),” kata  Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir, dalam konferensi pers Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta Timur, Minggu, 22 November 2020.

    Abdul mengatakan ketersediaan obat bagi pasien covid-19 dengan gejala, masih mencukupi hingga saat ini. Kemudian stok cadangan obat dan peralatan kesehatan juga masih memadai.

    Meski begitu, Abdul meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Yakni dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

    “Ini penting untuk memutus penularan mata rantai penularan covid-19,” tegas dia.

    Baca: Kemenkes: Tren Positif Bukan Alasan Protokol Kesehatan Kendur

    Sebanyak lima kabupaten atau kota berada di zona merah sejak tiga hingga sebelas pekan berturut-turut. Kabupaten atau kota tersebut, yakni Pemalang di Jawa Tengah (Jateng) selama tiga minggu berturut-turut.
     
    Lalu, Kutai Timur di Kalimantan Timur (Kaltim) juga masuk zona merah sejak tiga minggu lalu. Kutai Kartanegara di Kaltim berada di zona risiko tinggi selama empat minggu berturut-turut.

    "Kota Bandar Lampung di Lampung berada di zona merah selama lima minggu berturut turut dan Pati di Jateng 11 minggu," kata Wiku di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 19 November 2020.

    Wiku meminta gubernur, wali kota, dan bupati serius menangani kasus covid-19. Ia menyebut bila kondisi ini dibiarkan berlarut tak menutup kemungkinan kasus aktif meledak.
     
    "Kita tidak boleh lagi lengah, tidak boleh membiarkan kondisi ini berlama-lama. Jika wilayah berada di zona merah selama berminggu-minggu, artinya masyarakatnya sudah lengah," tutur Wiku.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id