Dana Desa Bantu Warga Lawan Pandemi Covid-19

    Theofilus Ifan Sucipto - 15 Januari 2021 17:46 WIB
    Dana Desa Bantu Warga Lawan Pandemi Covid-19
    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. Dok. Kemendes PDTT
    Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan dana desa membantu masyarakat bertahan selama pandemi covid-19. Sekitar Rp72 triliun anggaran pada 2020 dialokasikan untuk program jaring pengaman sosial desa.

    “Prioritas penggunaan dana desa dialihkan untuk (program) Desa Tanggap Covid-19, Padat Karya Tunai Desa (PKTD), dan BLT (bantuan langsung tunai) Dana Desa,” kata Abdul Halim dalam telekonferensi, Jumat, 15 Januari 2021.

    Pria yang akrab disapa Gus Menteri itu menyebut Rp3,1 triliun dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan di desa pada kegiatan Desa Tanggap Covid-19. Kemudian, Rp26,1 triliun digunakan untuk membangun infrastruktur desa dan Rp16,57 triliun dialokasikan untuk PKTD.

    “Sedangkan anggaran yang disalurkan dalam BLT Dana Desa mencapai Rp23,6 triliun,” papar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

    Baca: Rp323,32 Triliun Dana Desa Disalurkan dalam 5 Tahun

    Program Desa Tanggap Covid-19 membentuk relawan desa lawan covid-19 secara mandiri. Tim tersebut dipimpin langsung oleh kepala desa yang beranggotakan perangkat desa, badan permusyawaratan desa (BPD), bidan desa, dan penggerak lembaga kemasyarakatan desa.

    Alokasi dan kebijakan tersebut berbuah manis. Sebanyak 59.125 desa mendapatkan sosialisasi hidup sehat, 56.056 desa memiliki tempat cuci tangan di ruang publik, dan 57.154 desa rutin menggelar disinfeksi.

    “Pos gerbang desa untuk mengendalikan mobilitas warga dibangun di 50.845 desa dan sebanyak 39.683 desa melaksanakan pengadaan masker gratis bagi warga desa,” papar dia.

    Baca: Mendes Minta Perbaharui Data Penerima BLT Dana Desa

    Selain itu, 1,88 juta relawan desa lawan covid-19 berinisiatif mendirikan tempat isolasi mandiri. Sebanyak 85.168 tempat tidur dimanfaatkan oleh 191.610 warga desa yang terpapar covid-19. Relawan juga mengawasi 1,04 juta pendatang dan 119.860 warga yang rentan sakit.

    Seluruh upaya itu berdampak positif pada pengendalian covid-19 di desa. Buktinya, kasus suspek di desa sangat rendah jika dibandingkan dengan angka nasional.

    Terdapat 64.132 suspek di Indonesia per Kamis, 14 Januari 2021 dan suspek di desa hanya 485 orang. Kemudian, 1.084 orang terkonfirmasi positif covid-19 di desa. Hanya sebagian kecil dari data temuan kasus nasional yang menyentuh 869 ribu pasien covid-19.

    “Artinya manfaatnya dapat kita baca, karena kasus suspek dan kasus konfirmasi covid-19 di seluruh desa sangat rendah,” tutur dia.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id