Simak Skema Umrah yang Disepakati Kemenag

    Fachri Audhia Hafiez - 20 Oktober 2021 10:22 WIB
    Simak Skema Umrah yang Disepakati Kemenag
    Ilustrasi jemaah umrah. Foto: MI/Dwi Apriani



    Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) telah menyepakati sejumlah skema umrah. Salah satunya kewajiban vaksin covid-19 bagi petugas PPIU.

    "Gelombang awal ibadah umrah di masa pandemi akan memberangkatkan para petugas PPIU dengan syarat sudah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diterima otoritas kesehatan Arab Saudi," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, melalui keterangan tertulis, Rabu, 20 Oktober 2021.

    Kesepakatan lainnya, yakni PPIU yang berencana memberangkatkan segera menyerahkan data calon jemaah kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) PHU Kemenag. Pemberangkatan dan pemulangan jemaah umrah dilakukan satu pintu melalui Asrama Haji Pondok Gede atau Bekasi.

    Hilman juga membeberkan kesepakatan skema keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah. Jemaah mesti melakukan screening kesehatan 1x24 jam yang sebelum berangkat ke Arab Saudi. Proses ini harus diawasi Kemenkes.

    "Pelaksanaan screening kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan vaksinasi covid-19, meningitis, dan pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR)," ucap Hilman.

    Baca: Masalah Vaksin Booster untuk Jemaah Umrah Indonesia Masih Dibahas

    Asrama haji, kata dia, wajib menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi untuk memfasilitasi keberangkatan jemaah. Lalu, boarding, pemeriksaan imigrasi, dan pemeriksaan International Certificate of Vaccination (ICV) dilaksanakan di Asrama Haji.

    Jemaah yang pulang dari Tanah Suci wajib melakukan pemeriksaan PCR di Arab Saudi maksimal 3x24 jam sebelum kembali ke Indonesia. Saat kedatangan di Indonesia, jemaah wajib dilakukan PCR entry test.

    Kemudian, jemaah wajib dikarantina di asrama haji selama 5x24 jam. Asrama haji harus menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jemaah umrah saat kepulangan.

    "Saat hari keempat jemaah dilakukan PCR (exit test), dan bila hasilnya negatif, jemaah dapat pulang kembali ke rumah masing-masing," terang Hilman.(AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id