PKPU Syarat Pencalonan Kepala Daerah Segera Direvisi

    Cahya Mulyana - 12 Desember 2019 20:04 WIB
    PKPU Syarat Pencalonan Kepala Daerah Segera Direvisi
    Komisoner KPU Evi Novida Ginting Manik. Foto: Mi/Rommy Pujianto
    Jakarta: Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait jeda waktu eks narapidana korupsi mencalonkan diri sebagai kepala daerah segera masuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). KPU bakal merevisi syarat calon. 

    "KPU perlu merevisi beberapa pasal berkaitan dengan pemenuhan syarat pencalonan dan syarat calon," beber Komisoner KPU Evi Novida Ginting Manik kepada Media Indonesia, Kamis, 12 Desember 2019. 

    KPU sudah mengesahkan PKPU pada 2 Desember 2019. Evi memastikan perubahan ketentuan tidak mengganggu tahapan Pilkada 2020. Lagipula, revisi tidak memakan waktu lama. 

    "Tahapan pencalonan baru dimulai untuk calon perseorangan dan belum masuk tahapan pendaftaran. Jadi keluarnya putusan MK saat ini KPU masih bisa merevisi PKPU pencalonan," tutur dia. 

    Syarat calon kepala daerah dilarang eks napi korupsi tertuang pada sejumlah pasal di PKPU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pencalonan Kepala Daerah. Pasal 3A ayat 3 dan 4 tentang persyaratan, berbunyi dalam seleksi bakal calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota secara demokratis dan terbuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mengutamakan bukan mantan terpidana korupsi.
     
    Kemudian, Pasal 3 ayat 4 berbunyi bakal calon perseorangan yang dapat mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota diutamakan bukan mantan terpidana korupsi.

    MK mengabulkan sebagian uji materi Pasal 7 ayat (2) huruf g Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. MK memutus mantan terpidana kasus korupsi boleh ikut pilkada setelah lima tahun lepas menjalani pidana pokok.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id