Kubu Moeldoko Disebut Punya Kesempatan Mempreteli 'Dosa' AHY Cs

    Fachri Audhia Hafiez - 11 April 2021 23:24 WIB
    Kubu Moeldoko Disebut Punya Kesempatan Mempreteli 'Dosa' AHY Cs
    Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id, Minggu, 11 April 2021. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendaftarkan nama dan logo partai sebagai hak kekayaan intelektual (haki) atas nama pribadi. Hal itu dinilai peluang menguntungkan bagi kubu kongres luar biasa (KLB) pimpinan Moeldoko.

    "Informasi ini tambahan amunisi sebenarnya dari kubu KLB untuk mempreteli, menelanjangi betapa kubu AHY saat ini, begitu banyak dosa dalam tanda kutip," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'SBY Patenkan Demokrat Jadi Milik Pribadi?', Minggu, 11 April 2021.






    Menurut Adi, isu yang ditujukan terhadap AHY bisa dimanfaatkan kubu Moeldoko untuk mendapatkan legitimasi. Bahwa KLB bukan hanya kubu barisan sakit hati karena dipecat DPP Partai Demokrat.

    "Soal haki ini bentuk menunjukkan KLB paling layak untuk disahkan secara politik dan hukum," ucap Adi.

    Di sisi lain, isu yang terlanjur menggerogoti AHY cs tersebut dipertanyakan, apakah berpengaruh terhadap kubu Moeldoko untuk mendapatkan legalitas secara formal. Tak hanya soal haki, AHY cs juga diterpa soal proyek Hambalang dan politik dinasti.

    "Apakah berpengaruh secara signifikan terutama untuk mendapatkan legalitas secara formal kubu KLB sebagai Partai Demokrat yang diakui oleh negara?" ucap Adi.

    Baca: Elektabilitas Moeldoko dan AHY Disebut Moncer Imbas Dualisme Demokrat

    Di sisi lain, seorang politikus mendaftarkan partai ke haki dinilai suatu hal baru. Namun, dari peristiwa itu yang perlu diperhatikan adalah persepsi dari masyarakat terhadap langkah SBY tersebut.

    "Banyak orang tidak takut pada hukum, mestinya yang ditakutin itu adalah para netizen dan para pelaku jurnalis. Karena mereka yang akan memberikan penilaian terutama perspektif apakah positif atau negatif," ujar Adi.

    SBY mendaftarkan nama dan logo partai sebagai haki atas nama pribadi. Langkah itu didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui PT Royal Pesona.

    Penelusuran Medcom.id, PT Royal Pesona mendaftarkan nama dan lambang Demokrat sebagai haki pribadi SBY pada 19 Maret 2021. Pendaftaran dilakukan pada pukul 20.31 WIB.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id