Komisi III DPR Diminta Kaji Penambahan Staf Khusus KPK

    Anggi Tondi Martaon - 19 November 2020 12:58 WIB
    Komisi III DPR Diminta Kaji Penambahan Staf Khusus KPK
    Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah). MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Komisi III DPR diminta mendalami penambahan staf khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penambahan tersebut tertuang dalam Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (Perkom) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja KPK.

    "Kami akan meminta kepada Komisi III sebagai mitra dari KPK untuk mengkaji mendalami serta meminta penjelasan kepada KPK," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 19 November 2020.

    KPK mengeluarkan Perkom Nomor 7 Tahun 2020 sebagai restrukturisasi organisasi internal. Perubahan struktur ini menambah belasan jabatan baru di Komisi Antirasuah.

    Keluarnya Perkom 7/2020 tersebut menuai kritik. Aturan tersebut dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran.

    "ICW (Indonesia Corruption Watch) menilai kebijakan ini hanya pemborosan anggaran semata," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis.

    Baca: Menengok Aturan Staf Khusus KPK yang Dikritik Eks Komisioner

    Posisi staf khusus dijelaskan dalam dua pasal pada Bab IX Perkom Organisasi KPK tersebut, yakni Pasal 75 dan Pasal 76. Kedua pasal itu mengatur posisi, fungsi, dan kriteria keahlian yang harus dimiliki staf khusus.

    "Staf khusus merupakan pegawai yang memiliki keahlian khusus, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada pimpinan," bunyi Pasal 75 ayat 1 Perkom Organisasi KPK dikutip Medcom.id.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id