Kubu Moeldoko Tuding SBY Biarkan Radikalisme Menjamur

    Anggi Tondi Martaon - 30 Maret 2021 10:10 WIB
    Kubu Moeldoko Tuding SBY Biarkan Radikalisme Menjamur
    Juru bicara DPP Demorkat hasil KLB M Rahmad dalam program Newsmaker Medcom.id berjudul SBY dan AHY Mulai Kehilangan Akal.



    Jakarta: Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat kubu Moeldoko menuding paham radikalisme berkembang selama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin Indonesia. Presiden ke-6 Indonesia itu diminta menjelaskan kenapa fenomena dibiarkan terjadi.

    "Kenapa organisasi radikal bisa tumbuh subur di Indonesia di era kepemimpinan SBY sebagai Presiden sekaligus sebagai Ketua Umum dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat" kata juru bicara Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Muhammad Rahmad, dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Maret 2021.






    Demokrat kubu KLB heran dengan respons Ketua Umum (Ketum) Demokrat hasil Kongres Ke-V Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menanggapi pernyataan Moeldoko terkait tarik menarik ideologi partai. AHY bahkan mengaitkan perubahan ideologi partai dengan radikalisme.

    "AHY atau SBY tidak perlu panik, kebakaran jenggot atau mengulang-ulang kata berbohong," ujar dia.

    Rahmad menyebut kader yang mendukung KLB Deli Serdang yakin Demokrat kembali berjaya di bawah kepemimpinan Moeldoko. Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Moeldoko akan mengedepankan asas yang demokratis.

    "Kita kembangkan budaya toleransi dan hidup dalam kerukunan yang harmoni, tolak intoleransi dan radikalisme di Indonesia. Mari kita jaga Demokrat dari pengaruh radikal," sebut dia.

    Baca: AHY Bantah Mengubah Ideologis Partai Demokrat

    Sebelumnya, AHY mempertanyakan maksud tarikan ideologi yang disampaikan oleh Moeldoko. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu diminta menjelaskan pernyataannya agar masyarakat tidak salah tanggap.

    "Jika yang KSP Moeldoko maksudkan adalah masalah radikalisme, justru Partai Demokrat, dengan asas Nasionalis-Religius, menolak ideologi radikal tumbuh dan berkembang di Indonesia," kata AHY.

    AHY membantah mengubah ideologi Partai Demokrat. Putra sulung SBY itu menegaskan ideologi partai tidak pernah bertentangan dengan negara.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id