Abdul Kohar
    Abdul Kohar Direktur Pemberitaan Medcom.id

    Doktrin Fukuda

    Abdul Kohar - 23 Oktober 2020 23:58 WIB
    Doktrin Fukuda
    Dewan Redaksi Media Group, Abdul Kohar. MI/Ebet
    Jakarta: Betapa strategisnya Asia Tenggara, hingga kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga ke Vietnam dan Indonesia membuat Tiongkok ‘cemburu’. Wajar karena Negeri Tirai Bambu itu tengah gencar menancapkan pengaruh mereka di dunia, termasuk di ASEAN. Bisa dimaklumi karena Tiongkok sangat berkepentingan dengan Laut China Selatan.

    Namun, PM Suga tak kalah ‘cerdik’. Meski dunia dihantam pandemi, yoshipengganti Shinzo Abe itu tanpa ragu sowan ke dua negara penting di Asia Tenggara, Vietnam dan Indonesia. Negara yang pertama dikunjungi, Vietnam, kini sedang bertugas menjadi pemimpin ASEAN. Indonesia, jelas, punya sejarah panjang dengan Negeri Matahari Terbit itu, dengan kisah manis lebih mendominasi.

    Untuk Indonesia, inilah kunjungan pertama kepala negara di tengah pandemi covid-19. Dalam lawatannya, PM Yoshihide Suga menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 20 Oktober 2020. Kunjungan kenegaraan di tengah pandemi covid-19 pun berlangsung secara berbeda. Tak ada jabatan tangan antara PM Suga dan Presiden Jokowi. Kendati demikian, kehangatan dan pesan ‘dari hati ke hati’ tetap sampai.

    Jokowi hanya mengatupkan kedua tangan sebagai tanda memberikan salam dan PM Suga pun membalasnya dengan membungkuk dalam sebagaimana tradisi hormat cara Jepang. Suga beserta istri, Mariko Suga, dan perangkat kenegaraannya juga mengenakan masker sepanjang pertemuan. Masker yang dikenakan Suga bermotif batik megamendung. Demikian pula dengan Presiden Jokowi dan istri, Iriana, beserta seluruh perangkat Istana Kepresidenan, semuanya mengenakan masker sepanjang pertemuan.

    Pertemuan keduanya bukan sekadar petatah-petitih. Jepang secara konkret akan memberikan pinjaman ke Indonesia untuk membantu mengatasi pandemi covid-19.

    “Dengan mempertimbangkan dampak penyebaran covid-19 terhadap perekonomian Indonesia, Jepang telah menetapkan pemberian pinjaman sebagai bantuan fiskal sebesar 50 miliar yen untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia,” kata Suga dalam konferensi pers bersama sesusai pertemuan.

    Jika dirupiahkan, pinjaman yang akan diberikan Jepang mencapai Rp6,95 triliun. Selain memberikan bantuan pinjaman uang, Jepang mendorong kerja sama terhadap lembaga pengkajian kesehatan di Indonesia melalui pemberian barang dan peralatan medis. Tak hanya itu, kedua negara menyepakati pembukaan perjalanan, tetapi terbatas untuk bisnis dengan syarat ketat.

    Presiden Jokowi pun menegaskan Jepang sejak awal menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam penanganan covid-19. Hal itu salah satunya terlihat dari evakuasi 69 WNI anak buah kapal Diamond Princes di Yokohama.

    “Saya menyambut baik telah ditandatangani memorandum kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Jepang pada 19 Oktober,” kata Jokowi.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id