Istana: Tak Ada Reshuffle Setelah Pergantian Panglima TNI

    Nur Azizah - 21 Agustus 2020 22:03 WIB
    Istana: Tak Ada <i>Reshuffle</i> Setelah Pergantian Panglima TNI
    Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman/MI/Ramdani .
    Jakarta: Juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, membantah kabar perombakan kabinet menteri Indonesia Maju. Fadjroel menegaskan seluruh menteri sibuk mengatasi dampak covid-19.

    "Tidak ada reshuffle. Semua menteri fokus dan bekerja keras menghadapi covid-19 serta pemulihan dan transformasi ekonomi nasional," kata Fadjroel kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2020.

    Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengaku mendapat bocoran soal reshuffle kabinet. Ia mengatakan Presiden Joko Widodo bakal melakukan reshuffle usai pergantian panglima TNI. 

    Baca: IPW Sebut 18 Menteri Terancam Kena Reshuffle, Prabowo Masuk Daftar

    "Rotasi dan pergantian kabinet sepertinya akan dilakukan Presiden Jokowi setelah pergantian Panglima TNI. Sementara pergantian Kapolri akan dilakukan sesuai jadwal, yakni pensiunnya Jenderal Idham Azis pada awal Januari 2021," kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2020.

    Neta mengaku mendapat informasi tersebut dari berbagai sumber. Ia menyebut bakal ada wajah-wajah baru yang masuk dalam daftar calon menteri Jokowi.

    "Seperti Agus Harimurti Yudhoyono, putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ungkap dia.

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pun digadang-gadang akan menjadi menteri Jokowi. Selain itu, jumlah menteri dari anggota Polri diperkirakan juga akan bertambah.

    Isu reshuffle ini sempat mencuat pada Juni 2020. Presiden mengancam akan merombak para pembantunya bila tak bekerja maksimal.

    Kemarahan Jokowi dipicu dari rendahnya laporan belanja di kementerian di tengah pandemi covid-19. Jokowi memerintahkan anggaran yang telah dikeluarkan segera diberikan kepada masyarakat.

    "Bisa saja membubarkan lembaga negara, bisa ada reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya, entah buat Perppu yang lebih penting lagi," ancam Jokowi pada 18 Juni 2020.

    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id