Pimpinan DPR Didesak Bentuk Tim Pengawas Gugus Tugas Korona

    Aries Wijaksena - 20 Maret 2020 20:40 WIB
    Pimpinan DPR Didesak Bentuk Tim Pengawas Gugus Tugas Korona
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Anggota Komisi III DPR M Nasir Djamil mendesak pimpinan DPR membentuk tim pengawas untuk mengawal kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menurutnya, pembentukan tim pengawas penting agar kerja gugus tugas berjalan efektif menangkal virus korona.

    Nasir berharap tim pengawas bisa segera terbentuk begitu DPR selesai reses pada 29 Maret 2020. "Pembentukan tim pengawas ini merupakan konsekuensi fungsi DPR dan tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat," ujar Nasir Djamil melalui keterangan tertulis, Jumat, 20 Maret 2020.

    Menurutnya, tim ini harus terdiri atas lintas fraksi dan komisi serta dipimpin oleh salah seorang pimpinan DPR. Ia berharap anggota DPR yang mengisi tim tersebut berasal dari seluruh komisi.

    Baca: DPR Perpanjang Masa Reses Akibat Korona

    Pimpinan DPR bisa mengusulkan kepada fraksi agar mengirim anggotanya yang bertugas dan terkait dengan dampak virus korona. Misalnya, Komisi Ekonomi dan Keuangan, Komisi Kesehatan dan Tenaga Kerja, Komisi Pemerintahan Dalam Negeri dan Luar Negeri, serta Komisi Hukum.

    "Tim pengawas ini diharapkan mengawasi kebijakan dan realisasi di lapangan. DPR ingin pandemi korona ini bisa diselesaikan dalam waktu yang tidak lama," kata dia.

    Nasir mengatakan keberadaan tim pengawas sangat dibutuhkan agar pemerintah bisa sukses menjalankan kebijakannya. Pola kerja tim pengawas ini akan berbeda dengan tim pengawas serupa yang pernah dibentuk, mengingat daya rusak virus korona yang secara cepat.

    "Kita tidak tahu sampai kapan pandemi korona ini akan berakhir. Karena itu, tim pengawas mendesak diwujudkan. Tim ini hadir untuk mengawasi dan membantu pemerintah dalam melawan dan mengakhiri wabah korona di Indonesia. Harus ada kolaborasi antara doa dan kerja keras semua lembaga negara," kata dia.

    Baca: Pasien Positif Korona Jadi 369 Orang, 32 Meninggal

    Jumlah pasien positif korona kembali bertambah per Jumat, 20 Maret 2020 sore. Total ada 60 kasus baru.
     
    "Jadi, jumlah total ada 369 kasus (pasien positif korona)," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona, Achmad Yurianto, di Jakarta.

    Penambahan kasus positif terbanyak ada di DKI Jakarta, yakni mencapai 32 orang. Kalimantan Timur tujuh orang, Jawa Timur enam orang, Bali tiga orang, Kalimantan Tengah dan Banten masing-masing dua orang, Jawa Barat dan Kepulauan Riau masing-masing satu orang, serta dalam proses investigasi sebanyak enam orang.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id